Share

Pembacokan Pelajar di Deliserdang, Satu Orang Ditangkap

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Sabtu 26 November 2022 22:52 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 26 608 2715471 pembacokan-pelajar-di-deliserdang-satu-orang-ditangkap-NjWRBVex2M.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

MEDAN - Polisi masih terus menyelidiki kasus pembacokan hingga tewasnya seorang pelajar saat terlibat tawuran di Jalan Kapten Sumarsono, Desa Helvetia, Kecamatan Sunggal, Deliserdang, Sumatera Utara pada Jumat, 25 November 2022 kemarin. Saat ini seorang terduga pelaku sudah ditangkap.

Informasi yang dihimpun, terduga pelaku yang ditangkap berinisial SA (16). SA juga merupakan seorang pelajar dan menjadi tersangka utama dalam kasus penganiayaan itu.

 Kasatreskrim Polrestabes Medan, Kompol Fathir Mustafa saat dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan itu.

"Iya benar. Pelaku ditangkap di kawasan Sunggal," kata Fathir, Sabtu (26/11/2022).

Fathir mengaku saat ini tim mereka masih berada di lapangan untuk melakukan pengembangan guna menangkap tersangka pelaku lainnya.

"Kita minta yang terlibat segera menyerahkan diri," tegasnya.

Baca juga: Polisi Buru Pembacok Pelajar di SPBU, Rekaman CCTV Dikumpulkan

Diberitakan sebelumnya dua kelompok pelajar terlibat tawuran di kawasan Jalan Kapten Sumarsono, Helvetia, Deliserdang pada Jumat, 25 November 2022 kemarin. Seorang pelajar SMK Negeri 9 berinisial F (15) tewas dengan luka bacokan dalam tawuran itu.

Baca juga: Dibacok OTK, Dua Pelajar di Serdang Bedagai Luka-Luka

Saat tawuran terjadi, F bersama teman-temannya kalah jumlah hingga akhir melarikan diri. F yang dikejar puluhan pelajar bersenjata, lantas mencoba menyelamatkan diri ke arah SPBU.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Di SPBU tersebut F kemudian terpojok hingga dikeroyok dan dihujani bacokan. Dengan berlumuran darah, dia kemudian masuk ke kantor SPBU itu hingga akhirnya ambruk dan meninggal dunia di lokasi SPBU.

Petugas SPBU yang saat itu berada di lokasi tak kuasa menghalangi aksi pengeroyokan itu karena banyaknya jumlah pelajar bersenjata yang mengejar korban F.

Setelah korban tewas, pelajar pelaku pengeroyokan kemudian melarikan diri. Petugas SPBU bersama warga kemudian melaporkan peristiwa itu ke Polisi. Mayat korban pun lalu dievakuasi Polisi ke RS Bhayangkara untuk kepentingan penyelidikan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini