Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

3 Tokoh yang Bunuh Ribuan Manusia, Ada Stalin Sang Pemimpin Uni Soviet

Risa Maharani Putri , Jurnalis-Minggu, 27 November 2022 |06:11 WIB
3 Tokoh yang Bunuh Ribuan Manusia, Ada Stalin Sang Pemimpin Uni Soviet
Joseph Stalin (Foto : Time)
A
A
A

Pembunuhan tersebut dilakukan dengan cara kekerasan, penembakan, dan pembunuhan massal menggunakan gas beracun. Pada tahun 1941, wilayah Eropa yang diduduki Nazi Jerman semakin luas. Korban mulai berjatuhan ketika Jerman menginvasi Uni Soviet, di mana ada 500 ribu orang Yahudi di Soviet yang ditembak oleh tentara Nazi.

Pembunuhan massal menggunakan gas beracun di kamp pertama kali dilakukan pada Maret 1942. Hal tersebut berdampak Holocaust yang akhirnya berhenti pada tahun 1945 saat Jerman kalah dalam Perang Dunia II. Hilter yang merupakan pemimpin peristiwa itu kemudian melakukan bunuh diri.

3. Mao Zedong

Mao Zedong adalah mantan pemimpin China pada tahun 1949 hingga 1976. Masa kepemimpinannya disebut sebagai masa penuh ketakutan di China. Mao disebut telah menewaskan jutaan orang. Meski sejauh ini belum ada angka pasti mengenai warga Cina yang tewas pada masa itu, namun peneliti menyebut ada sekitar 40 juta hingga 100 juta orang yang tewas.

Kekerasan dimulai di negara ini yang kemudian menyebar ke kota-kota. Para pemilik tanah ditargetkan untuk dieliminasi. Orang yang dicurigai terlibat dalam prostitusi, perjudian, penghindaran pajak, kebohongan, penawaran opium, penipuan akan dieksekusi. Para kelompok yang menentang pemerintah China juga ditangkap dan dipenjara. Mao terus menjalankan kebijakannya. Sampai akhirnya ia meninggal dunia pada tahun 1976 yang kemudian berakhir pula rezim Mao.

(Angkasa Yudhistira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement