Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Raja Sunda Langgar Aturan dengan Menikahi Perempuan dari Majapahit

Avirista Midaada , Jurnalis-Senin, 28 November 2022 |07:12 WIB
Kisah Raja Sunda Langgar Aturan dengan Menikahi Perempuan dari Majapahit
Ilustrasi (Foto: kuwaluhun.com)
A
A
A

PEMERINTAHAN Dyah Ranawijaya atau Raden Kertabhumi di Majapahit mempengaruhi perjalanan sejarah tanah Sunda. Jatuhnya Prabu Kertabhumi di tahun 1478 memunculkan gelombang pengungsi dari kerabat keraton Majapahit menuju daerah Kawali.

Salah seorang di antaranya adalah Raden Baribin, saudara seayah Prabu Kertabhumi. Ia diterima dengan baik oleh Prabu Dewa Niskala bahkan kemudian dijodohkan dengan Ratna Ayu Kirana, sebagaimana dikutip pada buku "Menemukan Kerajaan Sunda" dari Saleh Danasasmita.

BACA JUGA:Kutukan Mengerikan Raja Sunda Sri Jayabupati ke Penangkap Ikan di Sungai 

Sosok Ratna Ayu Kirana merupakan putri bungsu Prabu Dewa Niskala dari salah seorang istrinya dan adik Raden Banyakcatra (Kamandaka) yang telah menjadi raja daerah di Pasir Luhur. Di samping itu, Dewa Niskala sendiri menikahi salah seorang dari wanita pengungsi yang kebetulan telah bertunangan.

Pada Carita Parahyangan disebutkan esti larangan ti kaluaran, yang dikeluarkan sejak peristiwa Perang Bubat. Kerabat keraton Kawali ditabukan berjodoh dengan kerabat Keraton Majapahit yang terang-terangan dilanggar oleh Dewa Niskala.

Kemudian, seorang wanita yang bertunangan menurut perundang-undangan waktu itu tidak boleh menikah dengan laki-laki kecuali bila tunangannya meninggal dunia, atau membatalkan pertunangan. Pelanggaran dua aturan itu membuat raja Dewa Niskala dianggap telah berdosa besar.

BACA JUGA:Kiprah Sanjaya, Raja Sunda yang Dirikan Kerajaan Mataram Kuno hingga Digulingkan 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement