Share

NATO Janji Pasok Senjata Lebih Banyak dan Perbaiki Infrastruktur Energi Ukraina yang Rusak Parah Usai Serangan Rudal Rusia

Susi Susanti, Okezone · Rabu 30 November 2022 11:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 30 18 2717679 nato-janji-beri-senjata-lebih-banyak-dan-perbaiki-infrastruktur-energi-ukraina-yang-rusak-parah-akibat-serangan-rudal-rusia-A5UnRovekA.jpg Sekjen NATO Jens Stoltenberg dan Menlu Ukraina (Foto: EPA)

BUCHAREST โ€“ Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) telah berjanji untuk memberikan lebih banyak senjata ke Ukraina dan membantu memperbaiki infrastruktur energiย yang rusak parah akibat serangan besar-besaran rudal dan pesawat tak berawak Rusia.

Pada pertemuan puncak di Bucharst, Rumania, Sekretaris Jenderal (Sekjen) NATO Jens Stoltenberg, menuduh Moskow "mencoba menggunakan musim dingin sebagai senjata perang".

"Rusia sebenarnya gagal di medan perang. Menanggapi itu mereka sekarang menyerang sasaran sipil, kota karena mereka tidak mampu untuk memenangkan wilayah,โ€ ujarnya saat berbicara pada awal pertemuan dua hari menteri luar negeri NATO di ibu kota Rumania, dikutip BBC.

Baca juga:ย Serangan Rudal Rusia Hantam RS Bersalin Ukraina, Seorang Bayi Meninggal

Hal ini juga digaungkan oleh Menteri Luar Negeri Inggris James Cleverly, yang mengatakan bahwa Rusia bertujuan untuk "membekukan Ukraina agar tunduk".

Baca juga:ย NATO Sebut 'Harga' yang Dibayar karena Membela Ukraina Tidaklah Murah, Tagihan Makanan dan Energi Melonjak

Kemudian pada Selasa (29/11/2022), NATO mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa serangan terus-menerus Rusia terhadap warga sipil dan jaringan energi Ukraina telah "menghilangkan jutaan layanan dasar manusia".

Pernyataan itu mengatakan anggota NATO akan membantu Ukraina dalam memperbaiki infrastruktur energinya dan melindungi orang-orang dari serangan rudal.

Stoltenberg muncul pada konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba.

"Kami akan mendukung Ukraina selama diperlukan, kami tidak akan mundur.,โ€ lanjutnya.

Follow Berita Okezone di Google News

"Kami menyadari bahwa sangat penting bahwa Presiden Putin tidak dapat menang di Ukraina. Itu akan menjadi tragedi bagi Ukraina, tetapi juga akan membuat dunia lebih berbahaya dan jauh lebih rentan,โ€ ujarnya.

Sementara itu, Kuleba mengatakan bahwa terakhir kali dia bertemu dengan pejabat senior NATO, tiga kata yang dia ucapkan adalah "senjata, senjata, senjata".

"Hari ini saya memiliki tiga kata lain, yaitu lebih cepat, lebih cepat, dan lebih cepat. Kami menghargai apa yang telah dilakukan, tetapi perang masih berlanjut. Keputusan tentang senjata dan lini produksi harus dibuat lebih cepat," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Estonia Urmas Rainsalu mengatakan kepada program Newshour BBC World Service bahwa NATO perlu memberikan rudal ke Ukraina yang dapat menghantam wilayah Rusia.

โ€œCara paling logis untuk membantu mereka adalah memberi mereka kemampuan untuk secara efektif masuk ke tempat-tempat ini dari mana rudal diluncurkan,โ€ terangnya.

"Semua opsi harus ada di atas meja... tidak boleh ada garis merah atau peringatan... kita tidak boleh membuat batasan apa pun," lanjutnya.

Seperti diketahui, serangan Rusia telah menyebabkan jutaan warga Ukraina tanpa listrik dan air mengalir dalam suhu yang sangat dingin.

Ukraina selama berbulan-bulan telah meminta NATO untuk sistem pertahanan udara yang lebih canggih.

Aliansi NATO yang dipimpin AS telah berulang kali mengesampingkan pasokan rudal jarak jauh dan persenjataan lainnya ke Ukraina, di tengah kekhawatiran bahwa hal ini dapat menyebabkan eskalasi besar dengan Rusia yang bersenjata nuklir.

Di Ukraina, pekerja energi di seluruh negeri melanjutkan tugas berat mereka untuk memperbaiki pasokan listrik dan air bagi jutaan orang, di tengah peringatan bahwa Rusia mungkin sedang mempersiapkan gelombang baru serangan misil.

Operator listrik negara Ukrenergo mengatakan pada Selasa (29/11/2022) bahwa 30% dari kebutuhan listrik negara saat ini masih belum terpenuhi, dan penjatahan listrik akan terus berlanjut.

Musim dingin tiba di Ukraina, dengan salju dan suhu di bawah nol di banyak wilayah.

Ada kekhawatiran bahwa orang-orang di seluruh negeri bisa meninggal karena hipotermia.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini