Share

Singapura Resmi Mencabut Larangan Seks 'Gay' dan Cegah Gugatan Pengadilan

Nadilla Syabriya, Okezone · Rabu 30 November 2022 17:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 30 18 2717997 singapura-resmi-mencabut-larangan-seks-gay-dan-cegah-gugatan-pengadilan-0Uf1SKFSMx.jpg Singapura resmi mencabut larangan seks antara lelaki (Foto: Reuters)

SINGAPURA - Pemerintah Singapura resmi mencabut larangan seks antara laki-laki atau gay pada Selasa (29/11/2022). Tak hanya itu, pemerintah juga mengamandemen konstitusi untuk mencegah gugatan pengadilan yang di negara lain telah mengarah pada legalisasi pernikahan sesama jenis.

Langkah ini dilakukan ketika bagian lain di Asia, termasuk Taiwan, Thailand, dan India mengakui lebih banyak hak untuk komunitas lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).

Beberapa aktivis menyambut pencabutan itu. Namun, mereka mengatakan bahwa amandemen konstitusi mengecewakan karena itu berarti warga negara tidak akan dapat mengajukan gugatan hukum terhadap isu-isu seperti definisi pernikahan, keluarga, dan kebijakan terkait sebab hanya akan diputuskan oleh eksekutif dan legislatif.

Baca juga: Pria Gay Palestina Tewas dengan Kepala Terpenggal, Buat Syok Teman dan Kelompok LGBTQ

Pemerintah membela amandemen konstitusi dengan mengatakan keputusan tentang masalah seperti itu tidak boleh dipimpin oleh pengadilan. Perdana Menteri Lee Hsien Loong dan penggantinya telah mengesampingkan setiap perubahan terhadap definisi hukum pernikahan saat ini antara pria dan wanita.

Baca juga: Kisah Pilu Wanita Baru Tahu Suaminya Gay Setelah 3 Bulan Menikah

"Kami akan mencoba dan mempertahankan keseimbangan untuk menegakkan masyarakat yang stabil dengan nilai-nilai keluarga heteroseksual tradisional, tetapi dengan ruang bagi kaum homoseksual untuk menjalani hidup mereka dan berkontribusi pada masyarakat," kata Menteri Dalam Negeri K. Shanmugam di parlemen minggu ini seperti diwartakan Reuters

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Baik pencabutan maupun amandemen konstitusi disahkan dengan suara mayoritas, berkat dominasi Partai Aksi Rakyat yang berkuasa di parlemen. Belum ada batas waktu kapan undang-undang baru itu berlaku.

Namun, perubahan tersebut memberikan ruang bagi parlemen di masa depan untuk memperluas definisi pernikahan untuk memasukkan hubungan sesama jenis.

Ketua kelompok advokasi LGBTQ Oogachaga, Bryan Choong mengatakan hal ini menjadi momen bersejarah bagi para aktivis yang telah mengkampanyekan pencabutan undang-undang yang dikenal sebagai Bagian 377A selama 15 tahun.

Namun dia menambahkan bahwa pasangan dan keluarga LGBT juga "memiliki hak untuk diakui dan dilindungi".

Dalam beberapa tahun terakhir, isu LGBT telah bergeser ke sikap yang lebih liberal di kalangan anak muda, meski sikap konservatif tetap ada di kelompok agama. Menurut survei Institute of Policy Studies, sekitar 42 persen dari usia 18-25 tahun menerima pernikahan sesama jenis pada tahun 2018 dan naik 17 persen dari lima tahun sebelumnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini