Share

Interpol Terbitkan Red Notice Penangkapan Miliarder Putri Mantan Presiden Angola

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 01 Desember 2022 14:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 01 18 2718616 interpol-terbitkan-red-notice-penangkapan-miliarder-putri-mantan-presiden-angola-7K3J7lWwoi.jpg Isabel dos Santos, perempuan terkaya Afriksa dan putri dari mantan Presiden Angola. (Foto: Reuters)

LISBON - Badan kepolisian global Interpol mengkonfirmasi pada Rabu, (30/11/2022) bahwa pihaknya telah mengeluarkan red notice untuk miliarder Angola Isabel dos Santos, putri mantan presiden negara itu, meminta otoritas penegak hukum global untuk mencari dan menangkapnya untuk sementara.

BACA JUGA: Tutup Usia, Tokoh Poligami Angola Meninggalkan 42 Istri, 156 Anak dan 250 Cucu

Dos Santos, yang telah berulang kali membantah melakukan kesalahan, telah menghadapi tuduhan korupsi selama bertahun-tahun, termasuk tuduhan oleh Angola pada 2020 bahwa dia dan suaminya telah mengarahkan USD1 miliar dana negara ke perusahaan tempat mereka memegang saham selama masa kepresidenan ayahnya, termasuk dari raksasa minyak Sonangol.

Kantor berita Portugal, Lusa melaporkan pada 18 November bahwa Interpol telah mengeluarkan surat perintah penangkapan internasional untuk dos Santos. Tetapi Interpol mengatakan kepada Reuters bahwa mereka telah mengeluarkan red notice atas permintaan otoritas Angola.

BACA JUGA: Berlian Merah Muda Terbesar dalam 300 Tahun Ditemukan, Berat Capai 34 Gram

Dijelaskan bahwa red notice adalah "bukan surat perintah penangkapan internasional" tetapi "permintaan kepada penegak hukum di seluruh dunia untuk mencari dan menangkap sementara seseorang yang menunggu ekstradisi, penyerahan, atau tindakan hukum serupa".

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Sebuah sumber yang dekat dengan dos Santos mengatakan pada 19 November bahwa dia belum diberitahu oleh Interpol. Seorang juru bicara dos Santos tidak segera menjawab permintaan komentar dari Reuters.

Menurut Lusa, dokumen resmi terkait permintaan ke Interpol menyebutkan dos Santos sering berada di Portugal, Inggris, dan Uni Emirat Arab.

Dokumen yang sama dikutip oleh Lusa mengatakan dos Santos, (49), dicari karena berbagai kejahatan, termasuk dugaan penggelapan, penipuan, penjualan pengaruh dan pencucian uang.

Dos Santos telah memberikan wawancara baru-baru ini, mengatakan kepada CNN Portugal pada hari Selasa bahwa pengadilan di Angola tidak independen" dan hakim di sana "digunakan untuk memenuhi agenda politik".

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini