Share

Siswa SD Korban Bullying Kakak Kelasnya Jalani Operasi di Kepala

Avirista Midaada, Okezone · Kamis 01 Desember 2022 12:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 01 519 2718435 siswa-sd-korban-bullying-kakak-kelasnya-jalani-operasi-di-kepala-NcgS0zvXZh.jpg Korban bully di Malang (foto: dok ist)

MALANG - Siswa sekolah dasar di Kabupaten Malang yang diduga menjadi korban bullying menjalani operasi. Operasi dilakukan karena kondisi pembekuan darah di otaknya belum sepenuhnya stabil.

Edi Subandi, orang tua korban mengakui dari hasil CT scan serta analisis dokter diputuskan untuk melakukan tindakan operasi kepada anaknya MW. Operasi direncanakan dilaksanakan Kamis siang ini (1/12/2022) di RSUD Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.

"Rencananya jam 12 siang ini, operasi pengangkatan darah beku di otak. (Dilakukan operasi) kalau kenapa-napa nanti bisa terjadi kejang lagi," ucap Edi Subandi, dikonfirmasi MPI.

 BACA JUGA:Jadi Korban Bullying, Siswa SD di Malang Jalani Trauma Healing

Dokter telah melakukan sejumlah pemeriksaan mulai dari CT scan, MRI, cek laboratorium, dan cek darah ke korban, sebelum memutuskan melakukan operasi di bagian kepala.

"Semuanya sudah (diperiksa), rontgen, cek darah, cek lab, sama infus sudah terpasang, jam 12 kurang masuk ruangan operasi," tuturnya.

Menurut pria berusia 39 tahun ini tindakan dokter itu disebut yang terbaik demi mengurangi efek darurat yang dialami MW (7) terduga korban bullying. Apalagi sejak masuk di RSUD Kanjuruhan, korban tak mau dipasang infus sehingga berpengaruh pada kondisi trauma di kepalanya.

 BACA JUGA:Siswa SD Jadi Korban Bully hingga Sempat Koma, Pemda Gratiskan Biaya Perawatan

"Analisis dokter ambil langkah terbaiknya dilakukan tindakan operasi, ini tadi barusan (ruang emergency persiapan operasi), masuk (rumah sakit) hari Selasa sampai sekarang ini tadi Emergency mulai Selasa itu diinfus dia nggak mau," jelasnya.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Meski demikian Edi mengatakan kondisi anaknya selama tiga hari dirawat inap di RSUD Kanjuruhan terlihat sehat. Bahkan MW telah bisa bermain dan diajak berkomunikasi dengan intens.

"Kondisinya stabil normal nggak ada masalah, makan juga banyak, juga mainan, cuma itu tadi efek pembekuan itu tadi tempramen, salah sedikit agak emosi. Takutnya nanti kalau kenapa-napa bisa terjadi kejang lagi," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan MW kembali dirawat di RSUD Kanjuruhan Kepanjen, usai sempat dipulangkan dari RSI Gondanglegi pada Sabtu (26/11/2022). Siswa kelas II SD Jenggolo I Kepanjen ini diduga menerima tindakan perundungan dari tujuh kakak kelasnya pada Jumat (11/11/2022).

Korban diseret dari sekolahnya di SDN Jenggolo yang berada di Jalan Raya Sengguruh, Kepanjen, Kabupaten Malang, ke Bendungan Sengguruh tak jauh dari sekolahnya. Setelah diduga dieksekusi korban ditinggalkan begitu saja sebelum akhirnya ditemukan pencari rumput yang membantunya menyeberangkan kembali ke sekolah.

Akibat kejadian itu korban mengeluhkan pusing dan mual, serta harus dilarikan ke rumah sakit (RS) Ramdani Husada, Jatikerto, Kromengan. Korban akhirnya dirujuk ke RSI Gondanglegi dan telah dirawat selama satu minggu hingga Kamis (24/11/2022) hingga keluar pada Sabtu (26/11/2022).

Namun korban kembali masuk ke rumah sakit di RSUD Kanjuruhan Kepanjen, dikarenakan kondisi trauma di kepalanya yang masih belum membaik.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini