Share

Imbas Protes Covid, China Bolehkan Warga Naik Transportasi Umum Tanpa Hasil Tes Negatif Covid

Susi Susanti, Okezone · Sabtu 03 Desember 2022 11:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 03 18 2719817 imbas-protes-covid-china-bolehkan-warga-naik-transportasi-umum-tanpa-hasil-tes-negatif-covid-WnaxQiO1IX.jpg China mulai melonggarkan kebijakan ketat Covid-19 di transportasi umum (Foto: Xinhua)

CHINA - Pemerintah China dalam pemberitahuan terbaru pada Jumat (2/12/2022) mengatakan mulai Senin (5/12/202) depan, operator transportasi umum di ibukota China Beijing tidak akan lagi melarang penumpang jika mereka tidak memiliki hasil tes Covid-19 negatif yang diambil dalam 48 jam sebelumnya.

Aturan baru yang berlaku untuk bus dan metro itu merupakan kebalikan dari pengetatan tindakan penahanan kota yang diumumkan 10 hari lalu.

Baca juga: Lacak Pengunjuk Rasa di Protes Covid China, Polisi Gunakan Sinyal dan Data Ponsel

Namun, negara itu masih belum mengumumkan peta jalan apa pun untuk membuka kembali dan menghapus banyak pembatasan Covid secara nasional.

Baca juga: Presiden China Xi Jinping Angkat Bicara, Akui Kemarahan Warga Akibat Kebijakan Ketat Covid yang Memicu Protes Hebat

Hal ini termasuk respons terbaru pemerintah terhadap aksi protes yang kian memanas.

Seperti diketahui, demonstrasi yang jarang terjadi telah mengguncang China dalam beberapa hari terakhir karena negara itu mendekati akhir tahun ketiga dari kontrol ketat terhadap kehidupan sipil.

Gelombang demonstrasi terbaru belum pernah terjadi sebelumnya sejak gerakan pro-demokrasi Lapangan Tiananmen pada 1989. Sejak Xi berkuasa pada tahun 2012, Partai Komunis telah memperketat cengkeramannya pada semua aspek kehidupan, meluncurkan tindakan keras terhadap perbedaan pendapat, dan membangun -negara pengawasan teknologi.

Sebelumnya, Presiden China Xi Jinping telah mengakui rasa frustrasi warga China di tengah strategi nol-Covid yang tak henti-hentinya dari pemerintahnya.

Follow Berita Okezone di Google News

Hal ini diungkapkan seorang pejabat Uni Eropa (UE) kepada CNN, dalam sambutan pertamanya tentang protes yang telah meletus di seluruh negeri dalam beberapa hari terakhir.

Pejabat itu menjelaskan Xi mengatakan kepada Presiden Dewan Eropa Charles Michel di Beijing pada Kamis (1/12/2022) bahwa para pengunjuk rasa "kebanyakan pelajar" yang frustrasi setelah tiga tahun Covid, dan mengisyaratkan potensi pelonggaran langkah-langkah pencegahan China.

Sementara itu, pejabat tinggi yang bertanggung jawab atas tanggapan Covid di China mengatakan kepada pejabat kesehatan pada Rabu (30/11/2022) bahwa negara tersebut menghadapi "tahap dan misi baru" dalam pengendalian pandemi.

“Dengan penurunan toksisitas varian Omicron, peningkatan tingkat vaksinasi dan pengalaman pengendalian dan pencegahan wabah yang terakumulasi, penahanan pandemi China menghadapi tahap dan misi baru,” kata Wakil Perdana Menteri Sun Chunlan, Rabu (30/11/2022), dikutip kantor berita negara Xinhua.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini