Share

Intel AS: China Kukuh Tolak Vaksin Barat Meski Ada Ancaman Protes Covid Kian Memanas

Susi Susanti, Okezone · Senin 05 Desember 2022 15:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 05 18 2720864 intel-as-china-kukuh-tolak-vaksin-barat-meski-ada-ancaman-protes-covid-kian-memanas-NK5HmMwFgm.jpg Covid-19 semakin melonjak di China (Foto: Reuters)

WASHINGTON – Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat (AS) Avril Haines pada Sabtu (3/12/2022) mengatakan Presiden China Xi Jinping tidak mau menerima vaksin Covid-19 dari negara Barat meskipun ada tantangan yang dihadapi China terkait melonjaknya kasus Covid-19. Termasuk protes anti kebijakan ketat Covid baru-baru ini yang mengancam Jinping.

Haines yang berbicara di Forum Pertahanan Nasional Reagan tahunan di California, mengatakan bahwa terlepas dari dampak sosial dan ekonomi dari virus tersebut, Xi tidak mau mengambil vaksin yang lebih baik dari Barat, dan malah mengandalkan vaksin di China yang tidak hampir sama efektifnya melawan Omicron.

Baca juga:  Presiden China Xi Jinping Angkat Bicara, Akui Kemarahan Warga Akibat Kebijakan Ketat Covid yang Memicu Protes Hebat

"Melihat protes dan tanggapannya bertentangan dengan narasi yang dia suka kemukakan, yaitu bahwa China jauh lebih efektif dalam pemerintahan," terangnya, dikutip Reuters.

Baca juga: Imbas Protes Covid, China Bolehkan Warga Naik Transportasi Umum Tanpa Hasil Tes Negatif Covid

"Ini, sekali lagi, bukan sesuatu yang kami lihat sebagai ancaman terhadap stabilitas saat ini, atau perubahan rezim atau semacamnya," lanjutnya.

"Bagaimana perkembangannya akan penting bagi posisi Xi,” ujarnya.

Gedung Putih mengatakan awal pekan ini bahwa China tidak meminta vaksin dari AS.

Seorang pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa "saat ini tidak ada harapan" bahwa China akan menyetujui vaksin barat.

Follow Berita Okezone di Google News

"Tampaknya cukup tidak masuk akal bahwa China akan memberi lampu hijau pada vaksin Barat pada saat ini. Ini masalah kebanggaan nasional, dan mereka harus menelan cukup banyak jika mereka mengambil jalan ini," kata pejabat itu.

Seperti diketahui, China belum menyetujui vaksin Covid-19 dari negara asing, dan lebih memilih vaksin yang diproduksi di dalam negeri. Padahal, menurut beberapa penelitian, vaksin ini idak seefektif beberapa vaksin asing. Menurut para ahli ini berarti melonggarkan langkah-langkah pencegahan virus yang bisa menimbulkan risiko besar.

Meskipun kasus Covid-19 harian di China mendekati angka tertinggi sepanjang masa, beberapa kota mengambil langkah-langkah untuk melonggarkan aturan pengujian dan karantina setelah kebijakan nol-Covid Jinping memicu perlambatan ekonomi yang tajam dan keresahan publik.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini