Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

4 Kebijakan Kontroversial Era Presiden Soekarno

Tika Widyaningtyas , Jurnalis-Senin, 05 Desember 2022 |06:01 WIB
 4 Kebijakan Kontroversial Era Presiden Soekarno
Presiden pertama RI, Soekarno (foto: IG @endo_dc)
A
A
A


3. Proyek Mercusuar

 

Proyek mercusuar merupakan proyek pembangunan Ibu Kota untuk mendapat perhatian dari dunia Internasional. Pada proyek ini, Soekarno melancarkan enam proyek yang dibangun. Tetapi, proyek mercusuar mengorbankan perekenomian.

Proyek dimulai ketika Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah Asian Games pada 1962. Guna mendukung pelaksanaan Asian Games, lahirlah sejumlah bangunan yang menjadi proyek mercusuar Soekarno. Soekarno tetap bersikukuh untuk melakukan proyek tersebut meskipun kondisi Indonesia saat itu tak mendukung dan negara dilanda krisis keuangan.

Bagi Soekarno, Asian Games 1962 merupakan bukti untuk dunia luar. Terdapat enam proyek mercusuar Soekarno, yaitu Stadion Gelora Bung Karno, Hotel Indonesia, Jembatan Semanggi, Monumen Selamat Datang, Monas, dan Gedung DPR/MPR.

4. Keluar dari Keanggotaan PBB

 

Keluarnya Indonesia dari keanggotaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merupakan salah satu kebijakan kontroversial di masa Presiden Soekarno. Soekarno memutuskan untuk hengkang dari PBB dilatarbelakangi oleh konfrontasi Indonesia dengan Malaysia yang terjadi pada saat itu.

Indonesia semakin geram saat Malaysia menjadi anggota tetap Dewan Keamanan PBB. Puncaknya, dalam pidatonya di PBB pada 7 Januari 1965, Soekarno menyatakan Indonesia keluar dari PBB. Indonesia bergabung kembali dalam keanggotaan PBB pada 28 September 1966.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement