Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Pisau Komando Raksasa Kopassus Tertancap di Gunung Manik

Tim Okezone , Jurnalis-Selasa, 06 Desember 2022 |07:30 WIB
Kisah Pisau Komando Raksasa Kopassus Tertancap di Gunung Manik
Tangkapan layar media sosial
A
A
A

JAKARTA – Bagi Anda yang biasa melewati Bandung-Cianjur via Cipatat mungkin sudah tidak asing dengan pemandangan sebuah pisau komando raksasa yang tertancap di Gunung Manik, Desa Citatah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.

(Baca juga: Bagaimana Nasib Serda Ucok Sekarang Usai Janjinya Berantas Habis Preman?)

Gunung Manik banyak menyimpan misteri dan cerita misteri turun temurun di masyarakat sekitar. Bahkan, keberadaan pisau raksasa di atasnya kerap dikaitkan dengan hal-hal berbau mistis.

Selain itu, ada segelintir orang yang mengaitkan pisau komando itu dengan peristiwa bencana Tsunami Aceh pada 2004. Disebutkan, pada malam hari sangkur tersebut akan terlihat menyala.

Dilansir beragam sumber, pisau komando setinggi 8 meter tersebut ternyata sebuah monumen yang dibuat oleh kesatuan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus) Kopassus.

Diketahui, Gunung Manik juga merupakan tempat latihan para prajurit TNI. Bahkan, sejak tahun 1965 Gunung Manik sudah digunakan sebagai tempat latihan prajurit RPKAD (Kopassus).

Pisau komando raksasa di Gunung Manik itu terlihat jelas ketika berkendara di jalan nasional yang mengarah dari Padalarang menuju Cianjur ataupun sebaliknya.

Pondasinya menggunakan sebuah style box yang merupakan peninggalan Belanda. Di sekitarnya juga terdapat lampu yang menyala pada malam hari, sehingga membuat pisau tersebut terlihat terang benderang.

(Fahmi Firdaus )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement