Share

Dituduh Memperkaya Pucuk Pimpinan, Perusahaan Trump Dinyatakan Bersalah Penggelapan Pajak dan Terancam Denda Rp25 Miliar

Susi Susanti, Okezone · Rabu 07 Desember 2022 07:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 07 18 2722076 dituduh-memperkaya-pucuk-pimpinan-perusahaan-trump-dinyatakan-bersalah-penggelapan-pajak-dan-terancam-denda-rp25-miliar-wX7cAIYCAn.jpg Mantan Presiden AS Donald Trump (Foto: AP)

NEW YORK - Perusahaan real estat keluarga mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah dinyatakan bersalah atas kejahatan penggelapan pajak.

Organisasi Trump dinyatakan bersalah atas semua tuduhan pada Selasa (6/12/2022) setelah dua hari pertimbangan juri di New York.

Perusahaan itu telah dituduh memperkaya para eksekutif puncaknya dengan tunjangan di luar pembukuan selama setidaknya 15 tahun. Meski bisnis ini identik dengan Trump, namun dia maupun anggota keluarganya tidak diadili.

 Baca juga: Serukan Konstitusi AS Dihentikan, Gedung Putih Marah dan Kutuk Trump

Perusahaan diperkirakan akan menghadapi denda sekitar USD1,6 juta (Rp25 miliar) dan mungkin juga menghadapi kesulitan dalam mendapatkan pinjaman dan pembiayaan di masa mendatang.

 Baca juga: Trump Maju Nyapres pada Pilpres AS 2024, Ini 6 Hambatan yang Bisa Menjegalnya

Trump mengkritik persidangan itu sebagai bermotivasi politik. Dia juga menyerang mantan kepala eksekutif keuangan Allen Weisselberg setelah dia mengaku bersalah dan bersaksi menentang bisnis tersebut.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Jaksa menuduh perusahaan memiliki "budaya penipuan dan penipuan" selama persidangan. Mereka mengatakan itu menjalankan skema yang memungkinkan beberapa eksekutif untuk "mengurangi kompensasi mereka" sehingga pajak mereka "secara signifikan lebih rendah dari jumlah yang seharusnya dibayarkan".

Dua anak perusahaan Trump Organization - Trump Corp dan Trump Payroll Corp - dinyatakan bersalah atas semua 17 tuduhan penipuan pajak dan pemalsuan catatan bisnis.

Trump dan ketiga anaknya yang tertua menghadapi gugatan perdata terpisah yang diajukan oleh jaksa agung New York, yang dapat membuat mereka dilarang melakukan bisnis di negara bagian tersebut.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini