Herman juga tegas meminta semua pihak yang masih mengungkit-ungkit persoalan lalu untuk tidak lagi melakukan itu. Kata dia, apalagi bagi orang-orang yang tidak mengetahui persis persoalan lalu, khususnya antara tahun 60-an.
"Selalu ada bahasa bahwa negara adalah pelanggar HAM atas permasalahan yang telah lalu di Papua, saya mau Ingatkan lagi bahwa kepada para aktivis HAM khususnya oknum-oknum di Papua yang mengatasnamakan aktivitas HAM, apakah permasalahan masa lalu kalian tahu. Apa yang telah dilakukan orang tua kita dahulu, sudah kita nikmati sekarang. Bapak saya adalah pejuang, yang kibarkan Merah Putih di Kampung Harapan Sentani dulu disebut Kampung Nica itu, dan hasilnya sekarang, perjuangan pendahulu kita bisa nikmati kemerdekaan," tegasnya.
"Marilah kita jadi warga negara yang baik, karena Tuhan karuniakan Bangsa Indonesia sebagai satu negara yang berdaulat, maka kita sebagai warga negara yang tidak memandang bulu atas yang dia ciptakan. Putih kuning hitam coklat, Tuhan yang menciptakan dengan darah yang sama berwarna merah. Oleh karena itu, mari kita peringati Hari HAM dengan sama-sama menjaga hak asasi orang lain,"sambung Anggota MRP Pokja Adat ini.
Untuk diketahui, berbagai elemen mahasiswa Papua dan kelompok pemuda yang diduga disusupi kelompok KNPB ini, rencananya akan menggelar demo Peringatan Hari HAM sedunia di Kota Jayapura. Informasi dihimpun, demo akan dipusatkan di Kantor DPR Papua pada Sabtu 10 Desember esok.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.