Share

Mahasiswa Akan Demo saat Hari HAM Sedunia, Ini Pesan Tokoh Adat Keerom

Edy Siswanto, Okezone · Jum'at 09 Desember 2022 22:57 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 09 340 2724245 mahasiswa-akan-demo-saat-hari-ham-sedunia-ini-pesan-tokoh-adat-keerom-dvBYiEFH1I.jpg Illustrasi (foto: Okezone)

JAYAPURA - Hari HAM se-dunia akan diperingati pada 10 Desember tiap tahunnya menjadi tonggak peringatan, bahwa manusia sejatinya diciptakan sama oleh Tuhan, memiliki hak dan kewajiban untuk selingkuh menghormati dan menghargai hak asasi setiap individu.

Hal inilah yang kembali ditegaskan Ondofolo Besar Kabupaten Keerom, Herman Yoku. Sebagai tokoh adat, Herman mengingatkan bahwa HAM bukan hannya milik suku dan golongan tertentu, namun universal semua manusia di dunia ini.

"Kalau kita berbicara HAM maka kita tidak boleh berbicara secara sepotong-sepotong, kita harus berbicara secara utuh, entah cacat atau normal fisik manusia itu namun semua manusia itu punya HAM, ingat itu, jadi tidak boleh dan tidak benar jika HAM hannya milik suku tertentu, atau kelompok tertentu," tegas Herman Yoku di Abepura, Jumat (9/12/2022).

 BACA JUGA:Yasonna Bicara soal Kesetaraan di Tengah Pandemi pada Peringatan Hari HAM Sedunia

Pihaknya juga mengomentari rencana peringatan Hari HAM sedunia yang akan dilakukan oleh kelompok Mahasiswa dan disinyalir terkontaminasi dengan kelompok berserangan ideologi.

"Kalau kalian mau melakukan aksi demo, mau melakukan show of Force atas keberadaan kalian dalam momentum Hari HAM dengan aksi demo tentu ini salah menurut saya, kenapa, karen kalian sendiri telah menciptakan rasa tidak aman, tidak nyaman kepada orang lain, ini poinnya. Jadi kalau kalian mau buat situasi Papua tidak harmonis, maka kalian sudah dikatakan pelanggar HAM orang lain,"ucapnya.

"Ingat, semua orang punya hak yang sama untuk memperingati hari HAM itu, tinggal bagaimana menyikapinya. Saya harap kalau mau peringati, lebih baik ditempat masing-masing, mau buat do'a atau ibadah atau apalah itu, kalau ditempatnya sendiri maka tidak masalah," sambungnya.

 BACA JUGA: Komnas HAM Akan Tetapkan Kasus Gagal Ginjal Akut Jadi KLB di Rapat Paripurna

Follow Berita Okezone di Google News

Herman juga tegas meminta semua pihak yang masih mengungkit-ungkit persoalan lalu untuk tidak lagi melakukan itu. Kata dia, apalagi bagi orang-orang yang tidak mengetahui persis persoalan lalu, khususnya antara tahun 60-an.

"Selalu ada bahasa bahwa negara adalah pelanggar HAM atas permasalahan yang telah lalu di Papua, saya mau Ingatkan lagi bahwa kepada para aktivis HAM khususnya oknum-oknum di Papua yang mengatasnamakan aktivitas HAM, apakah permasalahan masa lalu kalian tahu. Apa yang telah dilakukan orang tua kita dahulu, sudah kita nikmati sekarang. Bapak saya adalah pejuang, yang kibarkan Merah Putih di Kampung Harapan Sentani dulu disebut Kampung Nica itu, dan hasilnya sekarang, perjuangan pendahulu kita bisa nikmati kemerdekaan," tegasnya.

"Marilah kita jadi warga negara yang baik, karena Tuhan karuniakan Bangsa Indonesia sebagai satu negara yang berdaulat, maka kita sebagai warga negara yang tidak memandang bulu atas yang dia ciptakan. Putih kuning hitam coklat, Tuhan yang menciptakan dengan darah yang sama berwarna merah. Oleh karena itu, mari kita peringati Hari HAM dengan sama-sama menjaga hak asasi orang lain,"sambung Anggota MRP Pokja Adat ini.

Untuk diketahui, berbagai elemen mahasiswa Papua dan kelompok pemuda yang diduga disusupi kelompok KNPB ini, rencananya akan menggelar demo Peringatan Hari HAM sedunia di Kota Jayapura. Informasi dihimpun, demo akan dipusatkan di Kantor DPR Papua pada Sabtu 10 Desember esok.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini