Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Jurnalis Perang dan Bukunya yang Dilarang Terbit Selama 200 Tahun karena Terlalu Bahaya

Susi Susanti , Jurnalis-Senin, 12 Desember 2022 |12:49 WIB
Kisah Jurnalis Perang dan Bukunya yang Dilarang Terbit Selama 200 Tahun karena Terlalu Bahaya
Kisah jurnalis perang yang bukunya dilarang selama 200 tahun karena terlalu bahaya (Foto: Alamy)
A
A
A

Pada Juni 1941, Jerman melancarkan invasi yang meluluhlantakkan Uni Soviet dalam skala sangat besar.

Grossman dikirim ke garis depan sebagai jurnalis perang untuk Krasnaya Zvezda (Bintang Merah), surat kabar tentara yang populer di kalangan tentara dan warga sipil.

Ada desas-desus Stalin akan membaca sendiri setiap halaman sebelum diterbitkan.

Lima bulan pertama perang, Stalin menyaksikan petaka demi petaka yang dialami para pejuang saat Jerman merangsek jauh ke wilayah negara itu, dan menangkap ratusan ribu tentara Soviet.

Di Uni Soviet, "kekalahan" adalah kejahatan yang sering kali sanksinya adalah hukuman mati. Grossman pasti melihat lebih dari apa yang bisa dia laporkan.

Meski demikian, dia menjadi salah satu jurnalis paling dihormati di Uni Soviet.

Pada masa represi dan paranoia, Grossman mendapat kepercayaan dari orang-orang yang dia wawancarai dengan mengobrol dengan mereka tanpa buku catatan.

Nanti dia akan menjelaskan bahwa dia mengandalkan "pembicaraan dengan seorang tentara yang tengah istirahat sejenak. Tentara itu memberi tahu semua apa yang kamu semua pikirkan. Bahkan tanpa perlu mengajukan pertanyaan."

Dia tidak memaksa orang-orang yang diwawancarai untuk mengulang tindakan kepahlawanan yang berlebihan atau mengulangi klise ala komunis demi propaganda, dan dia sendiri juga tidak melakukannya.

"Dia luar biasa karena menjadi seorang intelektual Yahudi yang dihormati oleh tentara," kata Sir Anthony Beevor, yang mendalami jurnalisme Grossman dalam bukunya tentang pertempuran Stalingrad dan Berlin.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement