Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Jurnalis Perang dan Bukunya yang Dilarang Terbit Selama 200 Tahun karena Terlalu Bahaya

Susi Susanti , Jurnalis-Senin, 12 Desember 2022 |12:49 WIB
Kisah Jurnalis Perang dan Bukunya yang Dilarang Terbit Selama 200 Tahun karena Terlalu Bahaya
Kisah jurnalis perang yang bukunya dilarang selama 200 tahun karena terlalu bahaya (Foto: Alamy)
A
A
A

RUSIA - Buku 'Life and Fate' karya Vasily Grossman menghadirkan sebuah potret Soviet di Perang Dunia II yang mengungkap "sapuan besar sejarah serta detail butiran-butiran di dalamnya."

Dalam bulan-bulan terakhir, pengunjuk rasa di Rusia diciduk karena membentangkan poster spanduk kosong dan membagi-bagikan salinan ‘Nineteen Eighty Four’, novel karya George Orwell.

Pendemo dalam aksinya menyatakan konflik di Ukraina yang menewaskan puluhan ribu tentara Rusia sebagai "perang".

Di Rusia, kebebasan berekspresi memiliki sejarah yang elastis. Kebebasan datang dan pergi sementara fajar semu acap menggoda cakrawala.

 BACA JUGA: Kisah Panjandrum, Senjata Mematikan Sekutu yang Gagal Diproduksi Saat Perang Dunia II

Dikutip BBC, salah satu contohnya terjadi pada 1956 ketika Nikita Khrushchev memimpin Kongres Partai Komunis pertamanya sebagai pemimpin Uni Soviet.

 BACA JUGA: Ibu Negara Ukraina Samakan Serangan Rusia dengan Perang Dunia II saat Jerman Mengebom Inggris Dalam Sekejap

Saat acara itu hampir berakhir, desas-desus mulai beredar di aula konvensi. Akan ada "sesi tertutup" nanti malam. Tak seorang pun dari pers atau dari luar Uni Soviet akan diizinkan untuk hadir.

Ketika Khrushchev kembali ke panggung tak lama setelah tengah malam, dia melakukan sesuatu yang tidak dapat dibayangkan oleh siapapun di Rusia selama tiga dekade sebelumnya. Dia mengecam Stalin.

Pendahulunya itu, ujar Khrushchev dalam pidatonya, membangun kultus individu yang nyaris tak tergoyahkan.

Dan Stalin menggunakannya guna menghancurkan para pesaingnya dan mengirim orang-orang komunis yang tak bersalah ke lembah kematian.

Di puncak teror, Khrushchev diminta menandatangani perintah eskekusi terhadap puluhan ribu orang. Jika Khrushchev menolak, dia barangkali akan dicap sebagai musuh rakyat dan bakal dilempar ke neraka.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement