Share

Ibu Negara Ukraina Samakan Serangan Rusia dengan Perang Dunia II saat Jerman Mengebom Inggris Dalam Sekejap

Susi Susanti, Okezone · Rabu 30 November 2022 11:46 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 30 18 2717688 ibu-negara-ukraina-samakan-serangan-rusia-dengan-perang-dunia-ii-saat-jerman-mengebom-inggris-dalam-sekejap-34x8jq1ZYR.jpg Ibu Negara Ukraina Olena Zelenska (Foto: Reuters)

LONDON - Ibu Negara Ukraina Olena Zelenska pada Selasa (29/11/2022) mengatakan kepada anggota parlemen di Parlemen Inggris di London bahwa Ukraina sedang mengalami teror yang serupa dengan yang dialami Inggris dalam Perang Dunia Kedua, ketika Nazi Jerman membom kota-kota dalam sekejap.

"Kemenangan bukan satu-satunya hal yang kami butuhkan, kami membutuhkan keadilan," terangnya, dikutip BBC.

"Kemenangan akan datang kepada Anda untuk keadilan, karena itu akan mengakhiri perang ini," lanjutnya.

Baca juga: Ibu Negara Ukraina Tuntut Respons Dunia Terhadap Kekerasan Seksual yang Digunakan Sebagai Senjata Perang Rusia

Ukraina juga selama berbulan-bulan telah meminta Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) untuk sistem pertahanan udara yang lebih canggih.

Baca juga: Berpose untuk Majalah Vogue, Presiden Ukraina dan Istri 'Banjir' Kecaman

Aliansi NATO yang dipimpin AS telah berulang kali mengesampingkan pasokan rudal jarak jauh dan persenjataan lainnya ke Ukraina, di tengah kekhawatiran bahwa hal ini dapat menyebabkan eskalasi besar dengan Rusia yang bersenjata nuklir.

Seperti diketahui, serangan Rusia telah menyebabkan jutaan warga Ukraina tanpa listrik dan air mengalir dalam suhu yang sangat dingin.

Di bawah konvensi Jenewa, serangan terhadap warga sipil, atau infrastruktur penting untuk kelangsungan hidup mereka, dapat diartikan sebagai kejahatan perang.

Follow Berita Okezone di Google News

Awal pekan ini, jaksa agung Ukraina mengatakan kepada BBC bahwa serangan Rusia merupakan genosida.

Pada pertemuan di Berlin, menteri kehakiman dari kelompok negara-negara kaya G7 mengatakan mereka akan mengoordinasikan penyelidikan atas dugaan kejahatan perang yang dilakukan di Ukraina.

"Pemeriksaan yudisial atas kekejaman yang dilakukan di Ukraina akan memakan waktu bertahun-tahun, bahkan mungkin puluhan tahun. Tapi kami akan mempersiapkan diri dengan baik - dan kami akan bertahan selama diperlukan," kata Menteri Kehakiman Jerman Marco Buschmann.

Presiden Rusia Vladimir Putin - yang memerintahkan invasi besar-besaran ke Ukraina pada 24 Februari - dan pejabat senior Kremlin lainnya menyangkal tuduhan bahwa pasukan Rusia melakukan kejahatan perang.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini