JALUR GAZA - Umat Kristiani di berbagai kota di dunia menyalakan lampu hias di pohon pinus atau cemara yang kerap disebut pohon Natal untuk menandai datangnya Natal. Perayaan juga dilakukan di tempat yang sarat konflik dan berbagai keterbatasan di Jalur Gaza, Palestina.
Umat Kristiani adalah penduduk minoritas di Jalur Gaza, Palestina, yang dikuasai Hamas. Namun, itu tidak menyurutkan puluhan pemeluk Kristen di sana untuk bersuka cita menyambut datangnya Natal.
Pada Sabtu (10/12/2022) lalu mereka berkumpul untuk menyalakan pohon Natal. Acara itu menjadi ajang kumpul bersama semua penduduk Gaza dan digelar di Young Men's Christian Association (YMCA).
BACA JUGA: 5 Tradisi Unik Orang Jepang saat Rayakan Natal, Nomor 4 Bikin Iri Kaum Jomblo
Kemeriahan acara di Gaza tidak kalah dengan kemeriahan serupa tetapi berskala jauh lebih besar di Bethlehem di Tepi Barat. Kota di bagian lain Palestina dan dikuasai Fatah itu diyakini sebagai kota kelahiran Yesus. Setiap akhir tahun, banyak turis ke sana.
BACA JUGA: 5 Pasar Natal Paling Populer di Eropa, Cocok Buat Liburan Jelang Akhir Tahun
Banyak penduduk Gaza juga ingin datang ke Bethlehem. Namun, menurut pejabat-pejabat gereja, mereka tidak bisa melakukannya karena Israel menolak puluhan permohonan izin umat Kristiani di Gaza untuk pergi ke Bethlehem.
Seorang penduduk Jalur Gaza, Michael Ayad, mengungkapkan kekecewaannya tidak bisa ke Tepi Barat untuk merayakan Natal di Bethlehem.