Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

5 Fakta Kesaksian Ahli Poligraf di Sidang: Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Berbohong

Tim Okezone , Jurnalis-Kamis, 15 Desember 2022 |07:01 WIB
5 Fakta Kesaksian Ahli Poligraf di Sidang: Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Berbohong
Ferdy Sambo (Foto: Tangkapan layar)
A
A
A

JAKARTA - Dalam menguak kasus pembunuhan Brigadir J, polisi melakukan pemeriksaan poligraf terhadap para terdakwa, termasuk Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi. Pemeriksaan dilakukan untuk menguji kebenaran yang disampaikan terdakwa, jujur atau bohong. 

Berikut fakta-faktanya:

1. Keakuratan 93 Persen

Saksi ahli Poligraf, Aji Febriyanto AR Rosyid memastikan, pemeriksaan poligraf memiliki keakuratan minimal 93 persen.

"Apakah poligraf ini mempunyai ketepatannya berapa persen?" tanya Ketua majelis hakim, Wahyu Iman Santoso di persidangan, Rabu 14 Desember 2022.

"Sesuai jurnal yang dikeluarkan Asosiasi Poligraf Amerika, tuk teknik yang kita gunakan ini memiliki keakuratan diatas 93 persen," jawab Aji.

BACA JUGA:Kuasa Hukum Sebut DNA Ferdy Sambo Tak Terdeteksi di Pistol Glock dan HS 

Hakim mempertanyakan, standar tingkat keakuratan pemeriksaan Poligraf mencapai 93 persen, sedangkan 7 persennya bagaimana? Aji lantas menerangkan, 7 persen tersebut berada pada keekspertan dari seorang pemeriksa.

"Jadi tergantung pemeriksanya, kalau memiliki kepandaian maka dia bisa lolos atau bagaimana?" tanya hakim.

"Semakin pandai seorang pemeriksa, maka nilai keakuratan pemeriksaan ini akan semakin tinggi, tuk nilai ambang bawahnya adalah 93 persen," kata Aji.

 

2. Ferdy Sambo dan Putri Terindikasi Bohong

Aji mengatakan, untuk skor hasil tes poligraf menggunakan metode skoring, Ferdy Sambo memiliki nilai minus 8, Putri Candrawathi memiliki nilai minus 25.

BACA JUGA:Ferdy Sambo: Pertanyaan Ahli Poligraf ke Putri Candrawathi Tak Terkait Pembunuhan Yosua! 

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement