Topan menjelaskan, 20 persen sisanya akan terus dilaksanakan sebab tidak ada kata mangkrak atau tidak tuntas, tapi dikarenakan beberapa alasan seperti, cuaca dan utilitas hingga sedikit terkendala. Topan sangat optimis semua pekerjaan yang telah dilaksanakan kontraktor selesai sesuai jadwal ditentukan.
"Tidak ada penumpukan pekerjaan di akhir tahun. Atau pengerjaanya dikebut baru akhir tahun saja, karena memang sudah kontraknya. Bahkan, kami sekarang dari Januari sudah mengaspal. Terpenting, kami akan membayar kontraktor sesuai progres pengerjaannya," jelasnya.
Dia menambahkan, saat ini dengan penerapan e-katalog sangat membantu dalam pengerjaan proyek. Bahkan, tahun depan pihaknya akan memulai perbaikan pengerjaan mulai Januari.
"Sekarang tinggal klik. Makanya, di 2023 nanti kami mulai pengaspalan dan itu bukan pekerjaan tahun 2022 dilanjutkan, " katanya.
Pihaknya mendapat alokasi APBD Kota Medan sebesar Rp1,3 triliun, di antaranya Rp600 miliar lebih program penyelenggaraan jalan tahun ini.