Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Lembaga Prakiraan Cuaca: 2023 Akan Jadi Tahun Terpanas, Kekeringan Bakal Sering Terjadi

Rahman Asmardika , Jurnalis-Kamis, 22 Desember 2022 |15:35 WIB
Lembaga Prakiraan Cuaca: 2023 Akan Jadi Tahun Terpanas, Kekeringan Bakal Sering Terjadi
Ilustrasi. (Foto: Reuters)
A
A
A

Efek itu sekarang diperkirakan akan berakhir, membawa kondisi yang lebih panas di beberapa bagian Pasifik dan menyebabkan suhu global menjadi lebih panas dibandingkan tahun 2022.

Tidak seperti tahun 2016, tahun ini diperkirakan tidak akan memecahkan rekor karena El Nino tidak akan meningkatkan suhu global, kata Prof Adam Scaife yang merupakan pejabat di Kantor Meteorologi Inggris.

Tetapi beberapa belahan dunia seperti Kutub Utara akan memanas lebih cepat dari biasanya.

"Tahun depan efek pengereman alami dan dampak sementara dari La Nina akan berkurang sehingga memicu pemanasan di tahun mendatang dan berlanjut di masa depan.

"Bersamaan dengan cuaca ekstrem basah, kering, dan panas yang lebih parah, sampai kebijakan diberlakukan untuk mencapai emisi nol bersih," ujar Richard Allen, profesor ilmu iklim di Universitas Reading kepada BBC News.

Pada 2022 rekor suhu terpanas terpecahkan di berbagai belahan dunia, termasuk di Inggris yang tercatat di atas 40 derajat Celcius.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement