Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Menakar Industri Digital sebagai Harapan Besar untuk Indonesia Emas 2045

Taufik Budi , Jurnalis-Kamis, 22 Desember 2022 |22:01 WIB
Menakar Industri Digital sebagai Harapan Besar untuk Indonesia Emas 2045
Ilustrasi industri digital (Foto: MPI)
A
A
A

Rencana Induk

Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, mengatakan, pihaknya menyusun Rencana Induk Pengembangan Industri Digital Indonesia 2023-2045. Rencana induk ini diharapkan menjadi rujukan berbagai pemangku kepentingan untuk turut andil dalam pengembangan industri digital Indonesia yang mampu mendukung percepatan transformasi digital, dan mendukung transformasi ekonomi Indonesia dengan mengubah struktur perekonomian dari produktivitas rendah ke produktivitas tinggi.

Menurut dia, saat ini di Indonesia belum menunjukkan adanya kemampuan mandiri dari sisi penyediaan produk dan layanan digital untuk memenuhi permintaan pasar di dalam negeri yang semakin terdiversifikasi. Peningkatan kapasitas industri digital di dalam negeri membutuhkan dukungan ekosistem yang dapat menyediakan talenta terampil dan pendanaan memadai, serta sistem yang mengintegrasikan berbagai produk dan layanan digital secara lebih efisien.

“Dokumen Rencana Induk ini juga diharapkan menjadi acuan bagi penyusunan kebijakan jangka menengah dan panjang yang berdaya saing dalam kerangka terwujudnya mimpi besar Indonesia menjadi negara maju pada 2045,” kata Suharso dalam sambutan di dokumen Rencana Induk Pengembangan Industri Digital Indonesia 2023-2045.

Digitalisasi menjadi tren global dalam satu dekade terakhir dan diproyeksikan menjadi kekuatan utama yang membentuk dunia di masa depan. Dampak dan manfaat digitalisasi ini telah mendorong serangkaian efisiensi, inovasi, bahkan disrupsi dunia usaha bahkan mampu mengubah perilaku dan pola interaksi masyarakat. Lebih jauh lagi, digitalisasi bahkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berbagai negara di dunia, diantaranya Estonia, Singapura, Malaysia, dan China.

Indonesia menyadari pentingnya digitalisasi bagi sebuah negara sehingga menginisiasi pengarusutamaan transformasi digital serta pelaksanaan Proyek Prioritas Strategis (Major Project) “Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk Mendorong Transformasi Digital" dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

“Revolusi industri memang tidak akan berhenti pada 4.0, dia akan terus berlanjut sampai entah ke berapa. Pengembangan teknologi yang sekarang ke metaverse, kemudian IoT (internet of things), ada cloud computing (komputasi awan), AI (artificial intelligence), machine learning, big data, dan semuanya dengan seketika juga secara bersamaan menjadi bagian dari rantai pasok industri,” terang Suharso.

“Dan yang paling penting menurut saya kalau dalam hal soal industri ini, di mana intervensi yang pas oleh negara atau pemerintahan. Di mana itu intervensi yang menguntungkan buat kita, baik dalam hal misalnya penguasaan teknologi. atau pilihan-pilihannya seperti apa. Jadi kita tidak bisa membiarkan begitu saja,” pungkasnya.

(Angkasa Yudhistira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement