JAKARTA - Prajurit TNI Kopda Muslimin tega ingin menghabisi nyawa istrinya sendiri, Rina Wulandari. Bahkan, dirinya tak segan untuk menyewa pembunuh bayaran demi melancarkan niat jahatnya itu.
Perbuatan Kopda Muslimin menjadi salah satu peristiwa yang disorot di 2022. Mengingat dirinya merupakan aparat yang seharusnya memberikan teladan.
Peristiwa upaya pembunuhan yang dilakukan Kopda Muslimin terjadi pada Senin 18 Juli 2022 di komplek perumahan, Jalan Cemara III Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah. Kopda Muslimin sendiri merupakan anggota Batalyon Arhanud 15 Semarang.
Ia menyewa pembunuh bayaran, Sugiono alias Babi (36), Ponco Aji (26); Yono alias Sirun (45), Agus Santoso (43). Kemudian, ada satu orang lagi sebagai penyedia senjata bernama Dwi Sulistiyo (37).
Para pelaku merancang skenario pembunuhan. Lalu, melakukan pemantauan saat sasaran akan keluar rumah menjemput anak sekolah. Pada saat korban keluar dari rumah sekira pukul 11.35 WIB para pelaku membuntuti korban hingga kembali ke rumah lagi sekitar pukul 11.50 WIB.
Kemudian, pelaku yang membonceng sepeda motor Kawasaki Ninja warna hijau, mengarahkan senjata api dengan menggunakan tangan kanan dan menembakan senjata tersebut ke arah perut korban.
Setelah melewati korban, kedua pelaku putar balik ke arah korban untuk menembak korban kedua kalinya dan kabur. Kemudian, mereka berpencar. Salah satu pelaku menemui Kopda Muslimin menggunakan mobil Calya warna hitam untuk meminta upah Rp120 juta.