Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

4 Tokoh Legendaris yang Terkenal Ahli Strategi Perang, Nomor 3 dari Indonesia

Tim Litbang MPI , Jurnalis-Minggu, 25 Desember 2022 |06:45 WIB
4 Tokoh Legendaris yang Terkenal Ahli Strategi Perang, Nomor 3 dari Indonesia
Tangkapan layar media sosial
A
A
A

JAKARTA - Dalam peperangan, pemimpin harus mengimplementasikan strategi yang sangat baik dan hati-hati agar bisa melumpuhkan musuh. Beberapa tokoh legendaris dunia memiliki kemampuan tersebut, salah satunya Jenderal Soedirman. Berikut informasi lengkapnya.

 (Baca juga: 3 Jenderal TNI yang Taat Ibadah dan Tidak Tinggalkan Wudhu)

1. Sun Tzu

Sun Tzu adalah ahli perang terkenal asal China yang menulis buku berjudul The Art of War atau Seni dalam Berperang. Sebenarnya, tidak ada yang bisa memastikan tahun berapa buku ini ditulis. Namun, sebagian besar ahli memprediksi bahwa buku ini ditulis antara tahun 475 sampai 221 SM.

Tokoh yang juga dikenal dengan nama Sunzi ini adalah seorang jenderal di negara bagian Wu. Bukunya menjadi panduan bagi banyak penguasa dan komandan karena dirasa sangat penting. Sun Tzu menekankan pentingnya pasukan mengetahui informasi akurat tentang kekuatan musuh, strategi penyebaran musuh, hingga pergerakannya. Salah satu tokoh besar China yang menjadikan buku Sun Tzu sebagai pijakan adalah Mao Zedong.

2. Genghis Khan

Pendiri Kekaisaran Mongol, Genghis Khan, adalah seorang ahli strategi perang dan pejuang di Asia pada abad ke-13. Salah satu taktik perangnya yang paling terkenal adalah serangan petir. Khan dan pasukannya akan menyerang dengan sangat cepat dan mendadak. Contohnya adalah saat Khan gagal merebut Kota Dongchan pada tahun 1213 dan memutuskan untuk mundur. Pihak musuh mengira bahwa ia telah benar-benar menyerah. Tanpa disangka, Genghis Khan beserta pasukannya melakukan serangan balik yang sangat cepat dan mendadak.

3. Jenderal Soedirman

Jenderal Soedirman adalah tokoh militer sekaligus ahli strategi perang yang dimiliki Indonesia. Ia terkenal dengan perang gerilya di tahun 1949. Saat itu, strategi perang dengan bergerilya belum banyak digunakan oleh banyak pihak, termasuk tentara asing.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement