Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

5 Fakta Pencabutan PPKM, Begini Penjelasan Presiden Jokowi

Tim Okezone , Jurnalis-Selasa, 27 Desember 2022 |06:30 WIB
5 Fakta Pencabutan PPKM, Begini Penjelasan Presiden Jokowi
Ilustrasi/Foto: Okezone
A
A
A

JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyatakan akan segera menghentikan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk menghadapi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Jokowi saat memberikan keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta pada Rabu (21/12/2022).

Berikut penjelasan Jokowi terkait pencabutan PPKM di Indonesia.

1. Masih menunggu kajian

Presiden Jokowi menyatakan akan segera menghentikan PPKM di Indonesia, sehingga pandemi Covid-19 akan segera berubah menjadi endemi. Namun demikian, dia menegaskan bahwa kebijakan itu masih menunggu hasil kajian dan Kemenko Perekonomian dan juga Kementerian Kesehatan.

"Jadi kembali ke PSBB, PPKM itu masih saya masih menunggu seluruh kajian dan kalkulasi dari Pak Menko maupun dari Kementerian Kesehatan," ujar Jokowi.

2. Targetkan minggu ini kajian rampung

Jokowi mengaku sudah meminta kepada jajaran terkait untuk segera melakukan kajian dan kalkulasi terkait rencana kebijakan tersebut.

 BACA JUGA:Libur Natal 2022, Volume Kendaraan di Tol Padalarang Turun Dibandingkan Tahun Lalu

"Dan saya kemarin memberikan target minggu ini harusnya kajian dan kalkulasi itu sudah sampai ke meja say. Sehingga bisa saya siapkan nanti Keputusan Presiden mengenai penghentian PSBB-PPKM. Kita harapkan segera sudah saya dapatkan dalam minggu-minggu ini," tambah Jokowi.

 BACA JUGA:Kecelakaan Beruntun Terjadi di Tol Jagorawi

3. Dilatarbelakangi melandainya kasus Covid-19

Latar belakang dari keinginan Jokowi untuk mencabut PPKM adalah dengan melihat landainya kasus harian Covid-19 di Indonesia. Hal itu diungkapkannya dalam kegiatan Outlook Perekonomian Indonesia Tahun 2023.

Presiden Jokowi menyebutkan bahwa dengan semakin rendahnya angka kasus Covid-19, pemerintah berencana akan menghapus PPKM.

"Hari ini kasus harian kita 1.200. Akhir tahun mungkin nanti kita akan nyatakan berhenti PSBB dan PPKM kita. Perjalanan seperti itu harus kita ingat betapa sulitnya," pungkas Jokowi.

4. Covid-19 sempat menggila

Presiden Jokowi sempat mengulas perjalanan kasus Covid-19 di Indonesia. Saat varian delta masuk ke Tanah Air. Lonjakan kasus Covid-19 langsung tinggi. "Gempuran pandemi, saat delta masuk, kasus harian kita mencapai 56 ribu kasus," ujar Jokowi.

Jokowi mengungkapkan, saat itu sebagian besar jajarannya menyarankan agar dilaksanakan lock down. "Saat itu, saya ingat hampir 80 persen Menteri menyarankan saya untuk lock down. Termasuk masyarakat menyampaikan hal yang sama. Kalau itu kita lakukan saat itu, mungkin ceritanya akan lain saat ini," tutur Jokowi.

5. Ditambah gempuran Omicron

Jokowi kemudian menyebutkan varian Covid-19 Omicron membuat kasus harian Covid-19 cukup tinggi. "Muncul juga Omicron dengan kasus 64 ribu kasus harian. Kita ingat saat itu banyak pasien menumpuk di rumah sakit, oksigen kurang, untungnya kita tidak gugup dan bisa kelola dengan baik," ujar Jokowi.

MelihatNamun, saat ini kondisi semakin melandai. Jika terus bertahan, Jokowi menyebutkan bukan tidak mungkin pada akhir tahun 2022 pemerintah akan menghentikan PSBB atau PPKM.

(Nanda Aria)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement