Dalam perjalanannya, ia berpikir tentang mendesain pesawat yang terbuat dari kantong serta kerangka. Pada Juni 1898, Zeppelin membangun pesawat udara pertamanya, LZ1. LZ1 dapat terbang pada Juli 1900. Namun penerbangan tersebut dinilai tidak sukses. Hingga akhirnya, Zeppelin dapat mengembangkan Z3. Diketahui, Z3 adalah balon udara Zeppelin yang berhasil. Atas keberhasilan tersebut, ia mendapat apresiasi serta penghormatan dari Kaisar Wilhelm II.
3. Abbas Ibn Firnas bin Wirdas at-Takurini al-Andalusi al-Qurthubi
Abbas Ibn Firnas adalah seorang filsuf serta penyair. Pria yang tumbuh dan besar di Cordoba ini fokus pada ilmu falak, fisika hingga matematika. Diketahui, ia dapat menghubungkan satu cabang ilmu yang dikuasainya dengan cabang ilmu lain. Abbas Ibn Firnas melakukan riset dan penelitian sebelum merancang pesawat.
Bahkan ia bereksperiman untuk menerbangkan diri. Abbas Ibn Firnas juga menggunakan sayap burung buatannya. Sayap tersebut lengkap dengan bulu yang terbuat dari sutra. Ia pun sudah memperhitungkan jumlah bulu supaya dapat menahan berat tubuhnya.
Pada saat melakukan percobaan terbangnya, ia naik ke tempat tinggi guna memulai uji cobanya. Kemudian, ia mengibaskan kedua sayap ke udara dan terbang. Percobaannya pun berhasil, Abbas Ibn Firnas mampu melayang seperti burung. Abbas Ibn Firnas yang lahir pada 810 di Andalusia (kini Spanyol) merupakan salah satu penemu dan ilmuwan Muslim.
(Nanda Aria)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.