Share

Banjir Rob Berpotensi Rendam Jateng Meski Modifikasi Cuaca Dilakukan

Binti Mufarida, MNC Portal · Senin 02 Januari 2023 10:57 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 02 512 2738498 banjir-rob-berpotensi-rendam-jateng-meski-modifikasi-cuaca-dilakukan-dvtoL9uevz.jpg Ilustrasi (Foto : Sindo)

JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan banjir rob atau banjir pesisir masih berpotensi terjadi di wilayah Jawa Tengah khususnya di Semarang, meskipun saat ini telah dilakukan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk mencegah cuaca ekstrem.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan banjir yang terjadi di wilayah Jawa Tengah termasuk Semarang dan terlihat di Stasiun Tawang dimana ketinggiannya di atas rata-rata akibat dampak cuaca ekstrem sebelum dilakukan modifikasi cuaca.

“Jadi untuk Jawa Tengah kami baru mulai, barangkali itu Stasiun (banjir) ini dampak dari cuaca ekstrem sebelumnya. Namun, saya sempat komunikasi dengan Bapak Gubernur Jawa Tengah (Ganjar Pranowo) menyampaikan hujannya mulai mereda begitu. Namun, dampak kemarin barangkali masih terjadi, kan tidak bisa ketika surut, langsung lenyap begitu ya, jadi berangsur-angsur,” kata Dwikorita, Senin (2/1/2023).

Dia pun mengingatkan bahwa potensi banjir rob masih akan terjadi, sehingga bisa memperparah banjir disana. Mengingat, tegas Dwikorita, teknologi modifikasi cuaca tidak bisa mengendalikan banjir rob.

“Potensi banjir rob masih dapat terjadi juga di Semarang, sehingga sekarang itu yang memperparah. Kalau banjir rob tidak bisa dikendalikan dengan modifikasi cuaca ekstrem, modifikasi teknologi cuaca tidak bisa untuk banjir rob,” kata Dwikorita.

Sebelumnya, Deputi Meteorologi BMKG Guswanto menjelaskan operasi TMC ini merupakan teknologi modifikasi cuaca yang merupakan usaha campur tangan manusia dalam mengendalikan sumber daya air di atmosfer dengan memanfaatkan parameter cuaca.

“Atau dalam kata lain dapat diartikan suatu metode merekayasa atau mengubah kondisi cuaca dengan tujuan untuk mengurangi intensitas curah hujan atau menambah curah hujan di suatu daerah,” jelasnya.

Follow Berita Okezone di Google News

Guswanto mengatakan modifikasi cuaca ini dengan menaburkan NaCl atau garam sebagai inti kondensasi untuk mempercepat terjadinya hujan di laut sehingga hujan tidak turun di daratan. Maka, dengan begitu diharapkan akan mencegah terjadinya cuaca ekstrem yang berpotensi menyebabkan banjir.

“Saat ini digunakan dengan menaburkan garam sebagai inti kondensasi guna mempercepat terjadinya hujan di laut guna melindungi wilayah daratan tertentu, agar tidak banjir,” kata Guswanto.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini