Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

4 Fakta Kim Jong-un Tingkatkan Produksi Senjata Nuklir, Sebut sebagai Respons Ancaman AS dan Korsel

Tim Okezone , Jurnalis-Kamis, 05 Januari 2023 |05:01 WIB
 4 Fakta Kim Jong-un Tingkatkan Produksi Senjata Nuklir, Sebut sebagai Respons Ancaman AS dan Korsel
Korut berencana tingkatkan senjata nuklir besar besaran (foto: KCNA)
A
A
A

PEMIMPIN Korea Utara (Korut), Kim Jong-un menyerukan ‘peningkatan eksponensial’ dalam gudang senjata nuklir negaranya, sebagai tanggapan atas apa yang dia klaim sebagai ancaman dari Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS).

Laporan dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), komentar Kim muncul ketika Korea Utara dua kali selama akhir pekan menguji apa yang diklaimnya sebagai sistem roket peluncuran ganda yang besar, berkemampuan nuklir, yang dapat menempatkan seluruh Korea Selatan dalam jangkauannya. Berikut sejumlah faktanya :

1. Korut Kembangkan Rudal Balistik Antarbenua

Di hari terakhir sesi pleno enam hari yang mengulas tahun 2022, Kim Jong-un mengatakan, Korea Selatan telah menjadi "musuh yang tidak diragukan lagi" dan sekutu utamanya, AS, telah meningkatkan tekanan pada Korea Utara secara "maksimum". Tingkat selama setahun terakhir dengan sering mengerahkan aset militernya ke Semenanjung Korea.

 BACA JUGA:Presiden Korsel Ancam Batalkan Pakta Militer Jika Korut Kembali Langgar Wilayah Udaranya

Sebagai tanggapan, Kim mengatakan di tahun mendatang bahwa Pyonyang harus memproduksi senjata nuklir taktis secara massal sambil mengembangkan rudal balistik antarbenua (ICBM) baru yang akan memberi Korut kemampuan serangan balik yang cepat.

Komentar Kim datang pada akhir tahun ketika rezimnya menguji lebih banyak rudal daripada kapan pun dalam sejarah Korea Utara, termasuk ICBM yang secara teori dapat menyerang daratan AS.

2. Korut Uji Coba Tiga Rudal Balistik

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan, Sabtu (31/12/2022), di hari ke-37 uji coba rudal pada 2022, Korea Utara menembakkan setidaknya tiga rudal balistik jarak pendek dari sebuah situs di selatan Pyongyang.

 BACA JUGA:Kim Jong-un Umumkan Resolusi 2023 Korut: Lebih Banyak Rudal Balistik dan Senjata Nuklir

Hal itu mengikuti tes lain pada Minggu (1/1/2023). Korut mengatakan uji coba pada Sabtu (31/12/2022) dan Minggu (1/1/2023) adalah sistem peluncuran roket ganda (MRL) 600 mm. Sebagian besar sistem peluncuran multi-roket yang beroperasi di seluruh dunia berukuran sekitar 300 mm.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement