Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Momen Canggung dan Langka Ketika Menteri Israel Bersalaman Erat dengan Dubes Uni Emirat Arab

Susi Susanti , Jurnalis-Kamis, 05 Januari 2023 |11:43 WIB
Momen Canggung dan Langka Ketika Menteri Israel Bersalaman Erat dengan Dubes Uni Emirat Arab
Momen canggung ketika politisi kontroversial Israel bersalaman erat dengan Dubes UEA untuk Israel (Foto: Twitter)
A
A
A

“Emirat ada di sini untuk menunjukkan bahwa persatuan sama dengan kemakmuran,” terang Al Khaja dikutip oleh Times of Israel mengatakan pada perayaan hari nasional negaranya, di mana dia difoto dengan Ben Gvir.

“Kami akan terus menggunakan diplomasi untuk memperdalam hubungan melalui persahabatan dan saling menghormati,” lanjutnya.

Keakraban yang dilakukan di depan publik terhadap tokoh-tokoh yang dibenci di dunia Arab – dan memecah belah di dalam Israel sendiri – adalah isyarat langka dari negara-negara Arab yang telah menormalisasi hubungan dengan Israel.

Mesir dan Yordania, yang mengakui Israel masing-masing pada 1979 dan 1994, memiliki apa yang oleh para pengamat disebut sebagai “perdamaian yang dingin” dengan Israel.

Dalam panggilan teleponnya untuk memberi selamat kepada Netanyahu karena kembali menjabat sebagai PM, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi menekankan perlunya menghindari tindakan apa pun yang akan menimbulkan ketegangan dan memperumit situasi regional.

Sementara itu, Raja Yordania Abdullah II memperingatkan dalam sebuah wawancara CNN bulan lalu bahwa negaranya "siap" untuk konflik jika situasi berubah di masjid al-Aqsa Yerusalem, di mana dia adalah penjaganya.

Arah kanan politik Israel menempatkan mitra baru Arab Israel dalam posisi canggung terkait perjuangan Palestina, yang tetap menjadi isu sentral di kalangan publik Arab.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement