Ia menyebutkan, setelah Indonesia heboh dengan tragedi yang berkaitan dengan suporter di Kanjuruhan, Piala AFF ini menjadi ajang bukti nyata bahwa pendukung sepak bola Tanah Air telah mengevaluasi diri.
"Ada arah perubahan dalam diri suporter kita, perubahan itu harus nyata dalam bentuk ketika mendukung timnas kita tertib dan tidak anarkis," ucapnya.
"Kita bisa fanatis mendukung timnas kita, tapi tidak terjebak ke anarkis apalagi menjadi “teroris” di stadion kebanggaan kita sendiri," sambungnya.
Ia melanjutkan, sebagai suporter seharusnya menjadi pemain ke-12 saat pertandingan berlangsung. Kontribusi pemain ke-12 menurutnya dengan memberikan semangat yang tak kenal lelah sehingga memberikan tekanan kepada tim lawan.
"Buatlah lawan bergetar dan teror dengan dukungan 90 menit, namun tidak dengan teror anarkis," katanya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.