bahwa, menuju pemilu 2024 rupanya masih banyak partai yang belum mantap dalam membangun koalisinya, bahkan belum mempromosikan calon pasangan presiden maupun wakil presidennya.
Ada yang sudah mencapreskan, bahkan sudah banyak ketua umum yang sudah secara internal dalam partai memiliki hak untuk dicalonkan. Namun hal itu belum berada pada posisi yang benar, sebab tidak disandingkan secara bersamaan dengan koalisi mereka.
Tentu hal tersebut bukan tahapan yang mudah untuk dapat berdiri bersamaan dengan koalisi. Kecilnya peluang dan tantangan luar biasa membuat koalisi itu sangat tergantung pada kualitas partai politiknya. Dengan posisi partai harus sudah terlembagakan.
Pemilu saat ini dijadikan ajang kompetisi antar partai bahkan kader-kadernya pun juga berkompetisi. Terutama bidang politik yang memang sejatinya selalu berhubungan dengan kompetisi. Jika kompetisi tidak didasari dengan adab dan selalu menghalalkan segala cara maka tahapan ini menjadi sangat krusial.
“ Masyarakat mengharapakan adaya lebih dari dua calon, apakah partai-partai ini bisa mengelola dirinya untuk bisa membangun kaolisi sampai lebih dari dua pasangan, untuk saat ini bahkan bisa muncul 4 pasangan calon” Jelas Prof. Dr. R. Siti Zuhro, M.A dalam Special Dialogue Okezone.