JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menyebut tren vaksinasi Covid-19 meningkat, hanya ketika ada lonjakan kasus atau saat musim liburan.
Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi, dan Imunisasi Dinkes DKI, Ngabila Salama berharap masyarakat agar lebih sadar bahwa vaksinasi sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.
"Kami lihat trend vaksinasi meningkat ketika ada lonjakan kasus karena masyarakat panik melihat orang di sekitarnya pada positif atau kalau mau liburan. Semoga masyarakat bisa lebih sadar lagi melakukan upaya pencegahan dengan vaksinasi," kata Ngabila saat dikonfirmasi, Senin (9/1/2023).
BACA JUGA: Dinkes DKI Tunggu Regulasi Kemenkes Soal Vaksinasi Covid-19 Anak 6 Bulan-11 Tahun
Ngabila menekankan, bahwa vaksinasi booster dosis ketiga dan keempat usia 18 tahun ke atas perlu untuk mencegah penyebaran dan lonjakan kasus.
"Booster sangat perlu dilakukan untuk usia 18 tahun ke atas, semoga masyarakat sadar dan paham bahwa vaksinasi untuk kesehatannya," ucapnya.
Lebih lanjut, Ngabila menyebut bahwa booster dosis ketiga pada lansia baru mencapai 58 persen dan dosis keempat 21 persen. Sedangkan dosis ketiga usia 18 tahun ke atas baru mencapai 72 persen.
BACA JUGA: PPKM Berakhir, Pemerintah Siapkan Vaksin Anak Gratis
"Dosis 3 lansia baru 440.166 (58% target) dan dosis 4 lansia baru 90.020 orang (21% target). Dosis 3 usia 18 tahun ke atas di Jakarta juga baru 72 %. Kekebalan adalah kunci mencegah lonjakan kasus dan kematian," tuturnya.
Sebagai informasi, Dinkes DKI menyediakan 300 lokasi vaksinasi yang diselenggarakan Senin-Minggu di Puskesmas Kecamatan. Selain itu juga melayani vaksinasi pada sore dan malam pukul 16.00-20.00 WIB setiap Senin-Jumat.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.