TAHERAN - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Nasser Kanaani mengatakan "rezim Zionis apartheid" menyisakan rekor yang belum pernah terjadi sebelumnya pada 2022, dengan menewaskan 224 orang di Palestina dan mengubah tahun tersebut menjadi tahun paling berdarah bagi rakyat Palestina.
Lewat cuitan di Twitter pada Kamis 12 Januari 2023, Nasser Kanaani mengatakan bahwa tiga warga Palestina ditembak mati pasukan Zionis pendudukan dalam sehari terakhir.
"Angka itu menambah jumlah martir Palestina yang tewas menjadi 7 orang, termasuk 3 anak, dalam waktu kurang dari dua pekan pertama 2023," ujarnya dilansir Antara, Sabtu (14/1/2023).
Dengan adanya rekor tersebut (224 martir) sepanjang 2022, rezim Zionis menjadikan tahun 2022 tahun paling berdarah bagi pria, perempuan dan anak-anak Palestina yang meninggal maupun yang terluka, kata jubir Iran.
Baca juga: 5 Negara yang Berani Lawan Israel, Terbaru Palestina