Adi mengungkapkan, dengan jumlah pemilih terbanyak di Indonesia, Jawa Barat menjadi idola bagi kontestan pemilu. Dia bahkan menyatakan, menang di Jawa Barat bisa menutup kekalahan di wilayah lain yang jumlah pemilihnya tidak signifikan.
”Sangat rasional klaim yang menyebut menang di Jawa Barat adalah kunci menuju kemenangan. Dengan catatan di wilayah kunci lainnya seperti Jawa Timur dan Jawa Tengah juga menang,” bebernya.
Kalaupun kalah di Jawa Timur dan Jawa Tengah, lanjutnya, selisih kekalahan itu akan tipis bila sudah menang tebal di Jawa Barat.
Saat ini, Ridwan Kamil merupakan tokoh yang sangat kuat dan paling populer di Jawa Barat. Karena itu, partai politik yang menjadi pilihan Ridwan Kamil (RK) besar kemungkinan akan mendapat tambahan elektabilitas dan tambahan suara di Jawa Barat.
”Setidaknya di Jawa Barat efeknya akan sangat terasa,” imbuhnya.
Dalam simulasi survei, lanjut Adi, Ridwan Kamil berdampak signifikan secara elektoral bila dipasangkan dengan Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, maupun Prabowo Subianto. Menurut dia, itu tidak lepas dari posisi Ridwan Kamil yang sampai saat ini masuk jajaran calon wakil presiden terfavorit.
”Jadi, posisi Ridwan Kamil sebagai cawapres memberi cukup insentif politik elektoral. Di pilpres 2024 posisi cawapres jadi kunci mengingat tak satupun capres yang mencapai angka psikologis kemenangan,” terang dia.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.