JAKARTA – Pencak silat merupakan sebuah seni bela diri tradisional yang berasal dari Indonesia. Seni bela diri ini secara luas juga dikenal di mancanegara seperti di Malaysia, Brunei, Singapura, Filipina selatan, dan Thailand selatan sesuai dengan penyebaran berbagai suku bangsa Nusantara (Indonesia).
Bela diri ini turun-temurun diwariskan oleh nenek moyang sebagai budaya bangsa Indonesia. Pencak Silat sebagai budaya nasional juga diakui UNESCO menjadi warisan tak benda dunia sejak 12 Desember 2019. Di Indonesia sendiri terdapat banyak aliran pencak silat.
(Baca juga: Podcast Aksi Nyata: Belajar Pencak Silat Kini Bisa Mengharumkan Nama Bangsa)
Pencak silat juga dikuasai oleh beragam kalangan, dari mulai orang biasa bahkan jenderal TNI/Polri. Berikut ini enam Jenderal TNI dan Polri yang juga seorang pendekar pencak silat dilansir beragam sumber, Rabu (18/1/2023).
1. Mayjen TNI (Purn) Eddie Marzuki Nalapraya
Eddie Marzuki merupakan legenda hidup pencak silat. Pria kelahiran Tanjung Priok, Jakarta, 6 Juni 1931 tersebut memiliki berkontribusi besar kepada dunia pencak silat, olahraga beladiri asli dan kebanggaan Tanah Air. Bapak Pencak Silat Dunia ini pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta mendampingi Gubernur Letjen TNI (Purn) Raden Soeprapto selama periode 1982-1987.
Dia memulai karier militernya dengan bergabung ke dalam Detasemen Garuda Putih saat Agresi Militer Belanda I. Eddie menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) selama 21 tahun, dari 1981-2003. Ia memiliki peran penting agar pencak silat diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia Tak Benda pada 12 Desember 2019.
Hidup di era kemerdekaan membuat Eddie pernah terlibat dalam berbagai gerakan perjuangan melawan Belanda. Kisah perjuangan Eddie salah satunya ketika ia menanam bom batok yang ditutupi kotoran kerbau untuk melumpuhkan penjajah
2. Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto
Prabowo Subianto merupakan Menteri Pertahanan ke-26 Republik Indonesia pada Kabinet Indonesia Maju untuk periode 2019 sampai saat ini. Prabowo adalah pendiri Perguruan Pencak Silat Satria Muda Indonesia.
Mantan Danjen Kopassus ini mengajak seniornya mengembangkan Silat Baringin Sakti yang sebelumnya beraliran silat Minangkabau menjadi bentuk organisasi pencak silat yang beraliran nasional. Tepat pada 19 Juli 1987, bertempat di Lembah Pinus Ciloto, Jawa Barat, secara resmi didirikan organisasi bernama PPS Satria Muda Indonesia.
Prabowo Subianto terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) pertama kali pada 2004. Mantan Pangkostrad tersebut terus memimpin organisasi pencak silat nasional hingga saat ini. Untuk keempat kalinya, Prabowo terpilih pada Musyawarah Nasional PB IPSI, 18 Desember 2021, di hotel Aston, Sentul, Bogor, Jabar.
3. Mayjen TNI Totok Imam Santoso
Totok Imam Santoso merupakan anggota organisasi Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). Ia dipercaya menjadi Ketua Bidang Teknik PSHT. Di bawah koordinator Totok Imam Santoso, tim pencak silat TNI AD meraih juara umum International Pencak Silat Indonesia Open Championship 2022 dengan perolehan 5 emas dan 1 perak.
4. Brigjen Pol Leo Bona Lubis
Leo Bona Lubis merupakan salah satu putra terbaik Perguruan Pencak Silat Merpati Putih. Ia didaulut menjadi Ketua Umum Merpati Putih pada Munas yang digelar di Gedung padepokan IPSI, Jakarta, 18-20 Maret 2022. Musyawarah nasional ini digelar tiap 4 tahun sekali untuk menentukan pimpinan pengurus pusat Merpati Putih.
5. Brigjen Pol (Purn) Taufik Ansorie
Taufik Ansorie merupakan seorang purnawirawan Polri. Pensiunan jenderal bintang satu ini terakhir menjabat sebagai Kapolda Kalimantan Selatan. Taufik cukup aktif di dunia pencak silat. Pada 2014 silam, pria kelahiran 10 Maret 1957 itu menduduki posisi Dewan Kehormatan dan Ketua Umum PSN Perisai Putih. Lulusan Akpol 1980 itu dilantik langsung oleh Eddie Marzuki Nalapraya, Bapak Pencak Silat Dunia.
6. Brigjen TNI (Pur) Agus Susarso
Agus Susarso merupakan Ketua Umum Pengurus Besar Perguruan Silat Nasional (PB Persinas) ASAD. Dia terpilih secara aklamasi dalam Munas V Persinas ASAD pada 2021.
Persinas ASAD adalah perguruan pencak silat berasaskan Pancasila dan UUD 1945 yang bertujuan menghimpun seluruh potensi dalam melestarikan budaya bangsa, khususnya bela diri pencak silat nasional. Persinas bersumber pada aliran Silat Kunto, Cimande, Singa Mogok, Cikaret, Nagan, Cikalong, Garuda Mas, Syahbandar, Sabeni, dan Tangkap Menangkap.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.