Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

5 Prajurit Elite dari Kostrad hingga Kopassus Ini Menolak Kenaikan Pangkat

Tim Litbang MPI , Jurnalis-Selasa, 24 Januari 2023 |07:15 WIB
5 Prajurit Elite dari Kostrad hingga Kopassus Ini Menolak Kenaikan Pangkat
Foto: TNI
A
A
A

JAKARTA - Kisah mengharukan datang dari Tembagapura, Papua, pada November 2017. Sebanyak 58 prajurit TNI mendapatkan kenaikan pangkat luar bisa karena sudah berhasil membebaskan 1.300 masyarakat yang disandera KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata).

(Baca juga: 4 Jenderal TNI Ini Ternyata Lahir dari Keluarga Sederhana, Nomor 1 Jago Tempur dari Kopassus)

Namun, dari puluhan prajurit tersebut, ada 5 orang yang enggan menerima kenaikan pangkat. Melansir data yang ada di laman resmi TNI, kelima prajurit tersebut adalah:

-Kapten Inf Sandra SP, berposisi sebagai Danki (Komandan Kompi) Intai Tempur

-Lettu Inf Shofa Amrin Fajrin, berposisi sebagai Komandan Bantuan Kompi Senapan B

-Lettu Inf Agung Damar P, berposisi sebagai Danunit (Komandan Unit) 2/1/1/13 Kopassus

-Lettu Inf Sukma Putra Aditya, berposisi sebagai Danunit 2 Bakduk 812 Sat-81 Kopassus

-Lettu Inf Akhmad Zainuddin, berposisi sebagai Danyon (Komandan Batalyon) Taipur 1/A

Menurut Panglima TNI yang kala itu menjabat, Jenderal Gatot Nurmantyo, kelimanya menolak menerima kenaikan pangkat karena menganggap dirinya tidak pantas menerima penghargaan tersebut.

keberhasilan pembebasan tersebut, menurut mereka, merupakan keberhasilan anak-anak buahnya. Kelimanya menyampaikan sendiri penolakan tersebut kepada KSAD (Kepala Staf Angkatan Darat), Jenderal Mulyono.

Para prajurit tersebut juga menambahkan bahwa memimpin operasi sudah menjadi tanggung jawab mereka sebagai pemimpin. Di sisi lain, kelima prajurit tersebut juga mengaku siap bertanggung jawab jika operasi mengalami kegagalan.

Gatot mengaku langsung terharu mendengar jawaban tersebut. Ia juga tetap memberikan apresiasi kepada 5 prajurit tersebut, meskipun mereka tidak ingin menerima penghargaan kenaikan pangkat.

Diketahui, operasi pembebasan sandera KKB ini dilakukan oleh aparat gabungan TNI-Polri. Satgas juga diisi oleh para prajurit berkualitas baik, terlatih, dan syarat akan pengalaman. Berberapa grup elite yang tergabung di dalamnya adalah Tontaipur (Peleton Pengintai Tempur), Kopassus, Batalyon 751/Raider Sentani, Batalyon 754/ENK Kodam XVII Cenderawasih, dan Kostrad.

(Fahmi Firdaus )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement