Share

Kronologi Wanita Dituduh Penculik Anak Dibakar di Sorong Papua Barat Daya

Chanry Andrew S, iNews · Selasa 24 Januari 2023 12:51 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 24 340 2751908 kronologi-wanita-dituduh-penculik-anak-dibakar-di-sorong-papua-barat-daya-x4jGJrcnyW.jpg Ilustrasi mayat (Foto: Dok Okezone)

SORONG - Dituduh sebagai pelaku penculikan anak, seorang wanita paruh baya di Kota Sorong, Papua Barat Daya dihakimi massa secara sadis. Korban dianiaya hingga dibakar hidup-hidup oleh massa.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (24/1/2023) pagi tadi. BACA JUGA:Wanita Dibakar di Sorong, Polisi Sempat Berusaha Menyelamatkan tapi Kewalahan

Aksi keji sekelompok massa ini berawal dari informasi wanita paruh baya tersebut dituding sebagai pelaku penculikan anak yang sedang melakukan aksinya di Kompleks Kokoda Kota Sorong.

Tak menunggu lama, sejumlah massa langsung bertindak anarkisme dengan menangkap korban lalu melakukan penganiayaan secara brutal.

BACA JUGA:Dituduh Culik Anak, Seorang Wanita Dibakar Hidup-Hidup di Sorong Papua Barat Daya 

Empat anggota polisi yang tiba di tempat kejadian perkara (TKP) berusaha menyelamatkan korban dari amukan massa.

Namun, massa yang berjumlah banyak tidak dapat dibendung. Massa juga menyiram bensin ke tubuh korban yang berada dalam lindungan polisi. Korban lantas dibakar massa.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Korban akhirnya meninggal dunia setelah sempat diselamatkan beberapa warga setempat. Korban meninggal dunia akibat mengalami luka bakar serius di tubuhnya.

Kapolsekta Sorong Timur Kompol Jandri Sairlela mengatakan, saat kejadian, korban sudah sempat diselamatkan polisi. Namun, akibat kalah jumlah, korban dianiaya dan dibakar.

Polisi telah mengetahui identitas pelaku pembakaran wanita tersebut dan provokator.

Isu penculikan anak di kota Sorong dalam seminggu terakhir sedang ramai diperbincangkan warga. Bahkan, warga terpengaruh dengan sejumlah selebaran yang diedarkan oleh orang tak bertanggung jawab terkait wajah-wajah pelaku penculikan anak.

Walaupun polisi setempat telah mengeluarkan imbauan kepada warga bahwa selebaran tersebut adalah hoaks. Namun, warga tetap melakukan tindakan main hakim sendiri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini