Share

Leher Teriris Benang Gelasan, Benang Layangan Tewaskan 6 Orang dalam Festival Layangan Termasuk 3 Anak-Anak

Susi Susanti, Okezone · Rabu 25 Januari 2023 13:10 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 25 18 2752688 leher-teriris-benang-gelasan-benang-layangan-tewaskan-6-orang-dalam-festival-layangan-termasuk-3-anak-anak-X1BEljTaDC.jpg Festival layang-layang di India (Foto: AP)

INDIA - Kompetisi layang-layang tahunan India menyebabkan korban jiwa tahun ini karena para peserta menggunakan benang dengan lapisan khusus untuk memutuskan tali layang-layang lawan mereka.

Dikutip VOA, polisi mengatakan enam orang tewas di negara bagian Gujarat, India, dalam festival yang digelar pada 14 Januari lalu setelah leher mereka teriris benang gelasan.

Tiga anak-anak, termasuk bocah berusia dua tahun, termasuk di antara yang tewas setelah benang gelasan yang tajam, yang digunakan oleh “petarung layang-layang” yang ikut dalam festival Uttarayan, menjerat dan mengiris leher mereka.

BACA JUGA: Sabang Promosikan Wisata Melalui Layang-Layang, Turis Inggris Sampai Kepincut

Polisi Gujarat mengatakan saat ribuan orang, kebanyakan generasi muda, di berbagai distrik berbondong-bondong ke lapangan terbuka serta atap rumah selama festival dan menerbangkan layangan mereka, sedikitnya 176 orang juga terluka oleh benang itu dan jatuh dari tempat mereka menonton.

BACA JUGA:  Unik, Warga Desa Bugbug Main Layang-Layang di Tengah Laut

Sewaktu menerbangkan layang-layang, para petarung kerap beradu di udara, dengan saling berupaya memutuskan tali layangan lawan mereka. Dalam pertarungan itu, tali kadang-kadang berayun mendekat ke tanah atau tersangkut di pohon dan tiang listrik, kadang-kadang menimbulkan kecelakaan seperti yang terjadi di Gujarat.

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

Secara tradisional, tali layangan dibuat dari benang katun. Tetapi dalam beberapa tahun ini, petarung layang-layang India telah menggunakan tali sintetis atau nilon yang tajam yang dilapisi gelas bubuk yang disebut manjha China, yang hampir semuanya dibuat di India. Manjha, yang berasal dari China, tidak mudah putus.

Seperti diketahui, manjha telah dilarang di India sejak 2017, dan siapapun yang kedapatan menjual atau menggunakan benang pembunuh itu menghadapi ancaman denda maksimal USD1.230 dan hukuman penjara maksimal lima tahun. Di luar penggerebekan polisi yang menargetkan para penjual manjha, larangan ini jarang sekali ditegakkan.

Terlepas dari denda yang besar, penggunaan manjha masih meluas, terutama di kalangan orang-orang muda pada musim festival layang-layang dan festival lainnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini