Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kesaksian TKW Korban Selamat dari Serial Killer Wowon Cs: Tak Jadi Bertemu Pelaku karena Hujan

Erfan Maaruf , Jurnalis-Kamis, 26 Januari 2023 |14:21 WIB
Kesaksian TKW Korban Selamat dari <i>Serial Killer</i> Wowon Cs: Tak Jadi Bertemu Pelaku karena Hujan
Ilustrasi (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Dua orang tenaga kerja wanita (TKW) korban penipuan penggandaan uang oleh tiga pelaku serial killer Wowon Cs telah dimintai keterangan. Salah satu dari korban selamat dari pembunuhan lantaran tidak jadi bertemu karena hujan deras.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan bahwa satu dari dua orang yang dimintai keterangan adalah Hana. Dia salah korban yang lolos dari rencana pembunuhan tiga pelaku, Wowon Erawan alias Aki, Solihin alias Duloh, dan Dede Solehudin.

Dihadapan penyidik, wanita yang berprofesi sebagai TKW di Arab Saudi itu menagih janji penggandaan uang yang dilakukan oleh Wowon cs. Penagihan itu dilakukan sepulangnya Hana dari Arab Saudi dan dia sempat datang ke rumah salah satu tersangka yakni Dede Solehudin di Cianjur.

"Saat itu tidak ada kepastian hingga Hana kembali pulang. Setelah itu Hana menerima SMS dari Dede agar datang pada tanggal 28 atau 29 Desember 2022 untuk diantar mengambil hasil penggandaan uang di rumah Dulloh," kata Trunoyudo kepada awak media, Kamis (26/1/2023).

Beruntungnya, pada hari yang dijanjikan terjadi hujan deras. Sehingga Hana pun batal datang ke Cianjur, Jawa Barat untuk menjemput asal penggandaan kekayaan tersebut. Lalu Hana baru ke Cianjur pada tanggal 8 Januari 2023 namun tidak bertemu dengan Dede.

Baca juga: Ini Identitas 11 TKW Korban Penipuan Wowon

"Alasan Dede sudah satu pekan minggu tidak pulang ke rumah. Diketahui dari keterangan Dede bahwa terkait dengan kedatangan Hana tanggal 28 atau 29 tersebut adalah rencananya akan dieksekusi oleh Dulloh," beber Trunoyudo.

Baca juga: 5 Fakta Aki Wowon Blak-blakan Saat Jadi Dalang, Polisi Sampai Heran

Lanjut Trunoyudo, dari hasil pemeriksaan terhadap dua saksi Hana dan Aslem, mayoritas korban diperkenalkan modus penggadaan uang ini dari Yeni dan Siti. Untuk Aslem telah mengikuti penggandaan uang ini selama enam tahun dengan kerugian sekitar Rp 288 juta.

"Kemudian untuk Hanah telah mengikuti penggandaan uang selama dua tahun dengan kerugian sekitar Rp 75 juta. Kedua saksi shock karena kehilangan dana dan mendengar kejadian ini," kata Trunoyudo.

(Fakhrizal Fakhri )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement