JAKARTA - Partai Perindo menjadi satu-satunya partai non parlemen yang berpeluang besar masuk parlemen pada Pemilu 2024. Hal itu kembali diperkuat dari survei Political Weather Station (PWS) pada 23 sampai 31 Januari di 34 Provinsi.
Partai Perindo ternyata dinilai menjadi salah satu partai yang peduli terhadap dunia pertanian. Hal tersebut juga menempatkan Perindo menjadi satu-satunya partai non-parlemen dalam 4 besar yang dinilai memiliki perhatian dalam sektor tersebut.
BACA JUGA:Susuri Jalan Berlumpur, Perindo Bagikan Paket Sembako untuk Korban Banjir Manado
Hasil survei berdasarkan jawaban responden saat ditanyakan dari 18 partai politik peserta Pemilu 2024. Sekiranya bunyi pertanyaan tersebut, yakni partai apakah yang menurut Anda paling memiliki perhatian atau kepedulian terhadap masalah pertanian.
"Partai besutan Hary Tanoesoedibjo ini juga dipersepsikan publik sebagai salah satu partai yang peduli masalah pertanian bersama Partai Gerindra, PDI Perjuangan dan Partai Golkar," kata Peneliti PWS Sharazani dalan rilis resmi yang diterima MPI, Minggu (5/2/2023).
Sebagian besar responden atau 30,9 persen mengaku tidak ada partai yang peduli terhadap masalah pertanian di negeri ini. Namun, di antara 18 partai peserta Pemilu 2024, sebesar 14,8 persen menilai Gerindra peduli, berada di posisi pertama.
BACA JUGA:Survei PWS: Perindo Satu-Satunya Parpol Non-Parlemen Bakal Lolos ke Senayan
Lalu, ada PDI Perjuangan (13,9%), Partai Golkar (9,6%). Perindo, sebagai satu-satunya partai non parlemen yang masuk 4 besar sebagai partai yang dinilai memiliki kepedulian terhadap sektor pertanian.
"Sebanyak 6,7 peresn responden menilai Partai Perindo peduli terhadap masalah pertanian di Republik ini," ujarnya.
Survei PWS dilakukan dari tanggal 23 sampai 31 Januari 2023 di 34 provinsi. Populasi dari survei itu adalah seluruh warga negara Indonesia yang sudah mempunyai hak pilih atau seluruh penduduk Indonesia yang minimal telah berusia 17 tahun dan/atau belum 17 tahun tetapi sudah menikah.
"Jumlah sampel sebesar 1.200 responden, diperoleh melalui teknik pencuplikan secara acak sistematis (systematic-random sampling). Margin of error +/- 2,83 persen, dan pada tingkat kepercayaan (level of confidence) sebesar 95 persen," ujarnya.
"Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara melalui telepon (telesurvey) dengan pedoman kuesioner. Responden terdistribusi 50 persen laki-laki dan 50 persen perempuan, serta 60 persen penduduk pedesaan dan 40 persen penduduk perkotaan," kata Sharazani.
(Ari)
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.