Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Diduga Alami Gangguan Jiwa, Pria Potong Alat Kelaminnya Sendiri Disarankan ke Psikiater

Avirista Midaada , Jurnalis-Kamis, 09 Februari 2023 |17:14 WIB
 Diduga Alami Gangguan Jiwa, Pria Potong Alat Kelaminnya Sendiri Disarankan ke Psikiater
Pria yang potong alat kelaminnya sediri saat dirawat (foto: dok ist)
A
A
A

BANYUWANGI - Dokter meminta pria di Banyuwangi yang nekat memotong alat kelaminnya sendiri dibawa ke psikiater. Hal ini karena pasien selama dirawat di RSUD Genteng Banyuwangi, cenderung tertutup dan susah diajak bicara.

Direktur RSUD Genteng, dr. Siti Asiyah mengakui saran itu disampaikan ke istri korban, karena pihaknya melihat kondisi pasien selama dirawat di rumah sakit. Apalagi pria berinisial A ini cenderung sangat tertutup dan sulit diajak bicara.

"Makanya kami sarankan ke istrinya, kalau bisa bapak jangan dibiarkan kemana-mana sendiri. Saya sarankan juga kepada polisi agar bapak itu dibawa ke psikiatri. Karena ada gangguan kejiwaan," ucap Siti Asiyah dikonfirmasi wartawan, Kamis (9/2/2023).

 BACA JUGA: Diduga Stres, Pria Ini Nekat Berusaha Bunuh Diri Potong Alat Kelamin

Menurutnya, tindakan yang dilakukan S bisa membahayakan dirinya sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar. Ia khawatir bila halusinasi yang dialami S membahayakan bagi orang lain.

"Karena itu bisa jadi halusinasi. Halusinasi kan bahaya juga buat orang lain. Dikira ayam, ternyata manusia. Kan bahaya, makanya perlu diperiksakan kejiwaannya," ujarnya.

S sendiri disebut Asiyah dirujuk ke rumah sakit dengan kondisi alat kelamin yang benar-benar terputus dan tidak bisa disambung lagi. Sebenarnya tindakan penyambungan melalui operasi bisa dilakukan jika potongan alat kelamin itu masih ada, tetapi yang terjadi potongannya sudah hilang.

 BACA JUGA:Pria Pamerkan Alat Kelamin ke Siswa SD, Korbannya 11 Orang

"Benar - benar putus-tus. Nggak bisa disambung. Apa yang mau disambung? Saya tanya ke istrinya, ini sambungannya mana? Nggak tahu, katanya sudah hilang," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, aksi pemotongan alat kelamin oleh S dilakukan pada Minggu (5/2/2023). Saat itu S pulang sekitar pukul 18.30 WIB ke rumah, dengan kondisi penuh darah di sarungnya. Tetangga yang mengetahui itu terkejut saat mendengar jawaban dari S yang sudah lanjut usia.

"Kala itu dia keluar dari gelapnya suasana persawahan dengan celana berulumuran darah. Saat ditanya warga mengaku pengen mati," kata Kapolsek Sempu, AKP Karyadi, pada Selasa (7/2/2023).

Aksi S ini kepergok warga yang akhirnya memberikan pertolongan pertama. Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Genteng, guna mendapat perawatan intensif. Warga pun lantas melaporkan kejadian itu ke Polsek Sempu.

Karyadi mengaku langsung memerintahkan anggota untuk mendatangi rumah korban untuk memintai keterangan pihak keluarga, bernama Siswati. Polisi kemudian memeriksa kondisi S di RSUD Genteng.

"Dari pengakuan Siswati, korban sudah beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri. Aksi potong kelamin ini merupakan yang ketiga kalinya," ucapnya.

Sebelumnya korban juga pernah melakukan percobaaan bunuh diri yaitu dengan cara menusuk perutnya. Kemudian pernah mencekik diri sendiri. Beruntung dalam percobaan pertama dan kedua itu, aksi korban berhasil dicegah, sehingga nyawa korban berhasil diselamatkan.

"Korban mengalami stress, hingga saat ini belum bisa diajak komunikasi," tandasnya.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement