Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Nama Panjang Keluarga Kerajaan Inggris Ternyata Terdapat Unsur Jerman, tapi Diganti Usai Perang Dunia

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Rabu, 15 Februari 2023 |05:09 WIB
Nama Panjang Keluarga Kerajaan Inggris Ternyata Terdapat Unsur Jerman, tapi Diganti Usai Perang Dunia
A
A
A

Publik mengenal pemegang takhta kerajaan Inggris dengan nama-nama pendek. Misalnya, Raja George VI, Ratu Elizabeth II atau pemegang takhta saat ini, Raja Charles III.

Kenyataanya, mereka punya nama keluarga, yaitu Windsor. Tetapi, Windsor sebagai nama keluarga relatif baru dalam sejarah panjang Keluarga Kerajaan Inggris.

Wangsa atau dinasti yang saat ini memegang takhta mengadopsi nama keluarga tersebut pada 1917. Tadinya, nama keluarga yang dipakai adalah nama Jerman: Saxe-Coburg-Gotha.

Kastel Windsor telah menjadi kediaman Keluarga Kerajaan Inggris selama sekitar 1.000 tahun. Nama kastel ini dipilih sebagai nama keluarga keturunan Ratu Victoria.

Ini berawal dari perkawinan pada 1840 antara Ratu Victoria dan Pangeran Albert, yang merupakan keturunan keluarga kerajaan Eropa. Albert dikenal dengan nama Pangeran Albert dari Saxe-Coburg dan Gotha.

Ratu Victoria dan Pangeran Albert memiliki Sembilan anak, termasuk Edward VII, yang menjadi raja Inggris saat Ratu Victoria meninggal dunia pada 1901.

Dalam silsilah Keluarga Kerajaan Inggris, Raja Edward VII adalah eyang buyut Ratu Elizabeth II.

Edward VII, karena berayah Pangeran Albert, secara teknis adalah anggota dinasti Saxe-Coburg-Gotha.

Era Wangsa Saxe-Coburg dan Gotha tidak lama, antara lain mencakup kekuasaan Raja Edward VII, yang bertakhta selama sembilan tahun (1901-1910).

Pada 1914 pecah perang dunia yang antara lain menghadapkan Inggris dan Jerman sebagai musuh.

Di dalam negeri Inggris, sentimen anti-Jerman makin lama makin besar dan Keluarga Kerajaan merasakan perubahan ini.

Pada 7 Juli 1917, terjadi pengeboman di London timur yang menewaskan 55 orang.

Warga tidak mencari perlindungan karena mengira ini adalah bagian dari latihan militer Inggris.

Pengeboman tersebut dilakukan oleh militer Jerman, yang mengerahkan pesawat bernama Gotha.

Ini membuat orang-orang marah, yang menambah besar sentimen anti-Jerman. Mereka pun menggelar aksi protes di jalan.

Atas masukan perdana menteri, Keluarga Kerajaan mengganti nama, tidak hanya nama wangsa tetapi juga nama keluarga.

Nama yang dipilih adalah Windsor, nama kastel di barat London yang selama kurang lebih 1.000 tahun menjadi salah satu kediaman resmi Keluarga Kerajaan Inggris.

Perubahan nama ini ditulis dalam situs resmi Keluarga Kerajaan.

Disebutkan, dalam pertemuan dewan penasihat Privy Council pada 17 Juli 1917, Raja George V menyatakan bahwa semua keturunan laki-laki Ratu Victoria harus memakai nama Windsor.

Perubahan ini tak berlaku bagi keturunan perempuan yang sudah menikah, yang biasanya memakai nama keluarga suami.

Pada praktiknya, pengumuman pada Juli 1917 ini mengawali era Wangsa atau Dinasti Windsor dalam sejarah Inggris.

Sejak 1917, semua penerus takhta kerajaan menggunakan nama keluarga Windsor.

Situs resmi Keluarga Kerajaan juga menyebutkan, era Wangsa Saxe-Coburg dan Gotha tidak digunakan lama.

Era ini mencakup kekuasaan Raja Edward VII, yang bertakhta selama sembilan tahun (1901-1910) dan tujuh tahun pertama kekuasaaan penerusnya, Raja George V.

Nama Saxe-Coburg-Gotha masih dipakai oleh keluarga kerajaan Eropa lain, misalnya Keluarga Kerajaan Belgia dan bekas keluarga kerajaan Portugal dan Bulgaria.

Pada 1960, Ratu Elizabeth II mengeluarkan dekrit yang menyatakan keturunan Elizabeth II-Pangeran Philip memakai nama keluarga Mountbatten-Windsor.

Setelah Raja George V meninggal, Edward VIII naik takhta.

Usia kekuasaannya tak lama, hanya sekitar satu tahun. Ia turun takhta dan digantikan oleh sang adik, George VI.

Raja yang baru ini, sesuai perubahan pada 1917, memakai nama keluarga Windsor.

Raja George VI yang meninggal pada 1952 digantikan oleh anak perempuannya, yang naik takhta dengan gelar Ratu Elizabeth II.

Lima tahun sebelum menjadi ratu, Elizabeth menikah dengan Pangeran Philip, bangsawan kerajaan Yunani dan Denmark.

Pada tahun itu pula, Philip mengadopsi nama keluarga dari garis ibu: Mountbatten.

Pada 1960, Ratu Elizabeth II mengeluarkan dekrit yang menyatakan keturunan Elizabeth II-Pangeran Philip memakai nama keluarga Mountbatten-Windsor.

Nama Mountbatten-Windsor pertama kali muncul di dokumen resmi pada 14 November 1973, dalam pencatatan pernikahan antara Putri Anne, anak perempuan Ratu Elizabeth II, dan Kapten Mark Phillips.

(Khafid Mardiyansyah)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement