Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

3 Tokoh Penting Negosiasi Kemerdekaan Indonesia, Salah Satunya Bung Kecil

Nevriza Wahyu Utami , Jurnalis-Kamis, 16 Februari 2023 |05:03 WIB
3 Tokoh Penting Negosiasi Kemerdekaan Indonesia, Salah Satunya Bung Kecil
Sutan Sjahjrir. (Foto: Dok Ist)
A
A
A

TAK HANYA melalui perjuangan fisik, negosiasi serta diplomasi juga dilakukan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Terdapat sejumlah tokoh yang berperan penting dalam urusan tersebut.

Peran mereka sebagai adalah penjaga martabat Indonesia melalui perundingan untuk mencapai suatu kesepakatan.

Berikut tokoh-tokoh penting dalam negosiasi kemerdekaan Indonesia.

1. Agus Salim

Agus Salim memiliki peran penting bagi bangsa Indonesia selama pergerakan nasional hingga mempertahankan kemerdekaan. Ia menjadi salah satu tokoh perjuangan, baik sebelum maupun sesudah kemerdekaan. Bahkan Agus Salim dikenal sebagai seorang diplomat ulung yang diakui dunia.

Agus Salim terlihat sangat tegas saat melakukan negosiasi dengan Belanda untuk mempertahankan kemerdekaan. Selama persidangan Renville, Agus Salim mampu menekan pihak Belanda melalui dukungan asing yang diterimanya, terutama dari PBB dan negara-negara Timur Tengah.

Baca juga:  3 Tokoh Kemerdekaan yang Gemar Bermain Sepak Bola, Ada Bung Besar!

Belanda sangat marah kepada pemerintah Indonesia karena mengkhianati Perjanjian Linggarjati yang telah disepakati sebelumnya. Sikap tidak kooperatif Belanda ditunjukkkan dengan invasi militer dan penangkapan beberapa tokoh penting di Indonesia. Agus Salim adalah salah satunya. Dia diasingkan ke beberapa daerah seperti Prapatan, Brastagi, dan Bangka.

2. Sutan Syahrir

Sutan Sjahrir aktif dalam bernegosiasi sejak duduk di bangku SMA. Pria yang dijuluki “Bung Kecil” ini pernah berpidato di hadapan dunia internasional mengenai kedaulatan Indonesia dan perjuangan rakyat Indonesia saat Indonesia digempur oleh agresi militer Belanda.

Pidatonya berhasil mematahkan argumen pihak Belanda, sehingga kedaulatan Indonesia tetap berdiri tegak di dunia internasional. Kemudian, PBB turut turut mendesak Belanda untuk mengakui kedaulatan Indonesia usai mendengar pidato Syahrir.

Dari situ, Sjahrir dikenal cerdik dalam bernegosiasi untuk mendapatkan dukungan dari negara-negara lain. Selain cerdik dalam bernegosiasi, Sjahrir juga pintar dalam berdiplomasi. Salah satunya terkait masalah beras di India. Diplomasinya dilakukan untuk membantu orang-orang yang dilanda kelaparan di India pada 1946 silam. Bahkan Indonesia memperoleh simpati masyarakat India atas perjuangan kemerdekaan Indonesia melalui diplomasinya.

3. Radjiman

Sosok Radjiman dikenal sebagai orang yang sangat piawai dalam bernegosiasi dan berdiplomasi pada era pra kemerdekaan hingga perang kemerdekaan. Berkat keahliannya, ia diangkat menjadi ketua BPUPKI dan kemudian menjadi anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia PPKI

Dalam kiprahnya di BPUPKI dan PPKI, Radjiman merupakan sosok yang mahir dalam bernegosiasi agar persiapan kemerdekaan Indonesia dapat berjalan dengan lancar, serta berbagai perselisihan dan perbedaan pendapat dapat diatasi.

Saat memimpin BPUPKI, Radjiman memiliki pikiran sangat inovatif dan berwibawa. Ia memimpin rapat-rapat yang sangat penting bagi terwujudnya negara kesatuan Republik Indonesia. Sidang BPUPKI terbukti tak pernah mampet ataupun terhambat. Pada intinya, perjuangan panjang Radjiman untuk Indonesia merdeka adalah mewujudkan kemajuan bangsanya di tengah penyatuan bangsa-bangsa dunia. Radjiman meninggal dunia pada 20 April 1952 di Ngawi.

*diolah dari berbagai sumber

(Qur'anul Hidayat)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement