Saat Isra Miraj, kata TGB, Nabi Muhammad diperjumpakan dengan nabi-nabi sebelumnya dari langit pertama hingga langit ketujuh. Kemudian, Nabi Muhammad menuju Sidratul Muntaha.
"Rasulullah mencontohkan, saat kehilangan orang yang dicintai, justru semakin dekat kepada Allah," tambah Cucu Pahlawan Nasional TGKH M Zainuddin Abdul Madjid ini.
Tabligh Akbar ini dihadiri Sultan Banten ke XVII Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Soerja Atmaja dan Ketua DPW Perindo Provinsi Banten Mayjen (Purn) Joko Warsito.
Saat itu, TGB juga menyinggung mengenai musibah yang menimpa manusia. Salah satunya seperti gempa di Turki terjadi saat orang sedang tidur, seperti juga terjadi di NTB pada 2018, namun korbannya tak sebanyak di Turki.
"Gempa dan musibah bisa menimpa siapa saja. Musibah tak terkait dengan dosa, itu Sunnatullah, " bebernya.
Pada masa Nabi Muhammad, disampaikan TGB, ada juga kejadian yang mirip seperti Covid-19, ada ratusan sahabat meninggal.
"Apa itu artinya sahabat maksiat? Kan tidak. Tapi itulah musibah. Imam Ghazali mengatakan balak (musibah) ditolak dengan doa dan kedua dengan sabar," bebernya.
"Ketika menghadapi musibah, saya mengajak mari kokohkan kesabaran, " tambahnya.
Tabligh Akbar di Lapangan Bola Taman Banten Lestari, Kota Serang ini dihadiri ribuan orang masyarakat. Hadir pula perwakilan dari tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pimpinan organisasi kemasyarakatan.
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.