Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pertempuran Sengit Bupati Ponorogo Utusan Kerajaan Demak dengan Kerabat Raja Brawijaya

Avirista Midaada , Jurnalis-Senin, 20 Februari 2023 |06:49 WIB
Pertempuran Sengit Bupati Ponorogo Utusan Kerajaan Demak dengan Kerabat Raja Brawijaya
Ilustrasi (Foto: Istimewa/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Bhatoro Katong konon merupakan utusan Kesultanan Demak yang menyebarkan agama islam di Ponorogo. Ia juga dikenal sebagai Adipati pertama Ponorogo. Konon suatu ketika Bhatoro Katong pernah terlibat perang sengit Ki Ageng Kutu atau dengan nama lain Ki Demang Kutu Suryo Alam yang konon masih merupakan kerabat dekat Prabu Brawijaya V dari Kerajaan Majapahit.

Bhatoro Katong kala itu kerap menyebarkan agama islam kepada orang-orang Jawa yang masih memeluk agama Hindu dan Buddha. Suatu ketika perjalan Bhatoro Katong dari Demak mengarah ke tenggara tiba di Desa Plampitan, yang saat ini Desa Setono, perdikan Bhatoro Katong di wilayah Kota Ponorogo.

Di desa itulah konon Bhatoro Katong bersama prajuritnya mengajarkan agama islam kepada orang Jawa yang masih beragama buddha. Orang - orang Jawa saat itu pun senang dengan agama islam yang diajarkan oleh Bhatoro Katong dan pasukannya, sebagaimana dikutip dari "Kisah Brang Wetan :Berdasarkan Babad Alit dan Babade Nagara Patjitan", terjemahan Karsono Hardjoseputro.

Baca juga: Awal Masuknya Islam di Jawa Tengah, Berawal dari Runtuhnya Kerajaan Majapahit

Ketika itu, Ki Ageng Kutu yang masih menganut agama buddhapun sudah mendengar bahwa Bhatoro Katong mengajarkan agama Islam kepada orang-orang Jawa yang berada di wilayahnya. Ki Ageng Kutu tidak menghalangi karena sudah tahu bahwa hal itu merupakan perintah Sultan Demak. Setelah beberapa tahun, orang-orang sebelah utara-mulai Desa Plampitan ke utara hingga Madiun, telah merasuk agama Islam.

Baca juga: Hayam Wuruk Sering Blusukan ke Pelosok Wilayah Majapahit Lihat Rakyatnya

Bhatoro Katong kemudian bergerak ke selatan, menduduki Desa Nglangu, mendekati kota Ki Ageng Kutu. Di desa itu, dia juga mengajarkan agama Islam. Lama-kelamaan, Ki Ageng Kutu disarankan agar masuk Islam dan meninggalkan agama Buddha. Ki Ageng Kutu menolak karena merasa sudah tua dan sudah cocok dengan agama Buddha.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement