Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Podcast Aksi Nyata: Cerita Pemulung Kampung Sawah yang Berjuang Hidup di Tengah Keterbatasan

Irfan Maulana , Jurnalis-Senin, 27 Februari 2023 |20:37 WIB
Podcast Aksi Nyata: Cerita Pemulung Kampung Sawah yang Berjuang Hidup di Tengah Keterbatasan
A
A
A

JAKARTA - Sampah tak melulu menjadi barang tidak berguna dan dibuang begitu saja. Bagi masyarakat di Kampung Sawah, Kampung Sawah, Bintara Jaya, Bekasi Barat, Sampah merupakan berkah.

Melalui sampah, mereka bisa terus hidup meskipun di tengah keterbatasan. Sampah itu dijual ke pengepul, uang hasilnya tersebut mereka gunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

"Botol, bekas nasi, terus besi apa aja yang penting jadi uang gitu. Apa aja dipulung," uajr salah satu warga yang bekerja sebagai pemulung Entin saat berbincang di Podcast aksi nyata #DariKamuUntukIndonesia yang didukung oleh Partai Perindo, Senin, (27/2/2023) di Yayasan Balerenik.

Dalam acara yang dipandu oleh Laras Tahira ini, Entin mengatakan besi merupakan batang yang paling mahal dari sampah lainnya.

"Kalo botol per kilogram paling mahal Rp 3000 , kalo besi kan paling Rp 4 sampai ribu (per kilogram)," ucapnya.

Tak pasti, jumlah sampah yang dipungut olehnya. Namun, yang paling berat dia bawa untuk dijual pernah mencapai 25 kilogram.

Manurutnya, uang yang dihasilkan dari sampah tersebut cukup untuk makan sehari-hari.

"Cukup rupiah demi rupiah Alhamdulillah kita kumpulkan dapet aja cukup buat makan," tutur Entin.

Kendati hidup ditengah keterbatasan tak membuat Entin patah arang. Entin tetap bersyukur menjalani hidup.

Terbukti dengan anaknya bernama Mirna yang kini menjadi seorang guru pendamping di Yayasan Balerenik.

"Alhamdulillah, biar anak kita sukses ke depannya. Saya SD aja gak tamat, sampe kelas 3 SD," katanya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement