Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Salahkan Kaum LGBTQ, Rabi Israel Sebut Pernikahan Gay Sebabkan Gempa Bumi

Rahman Asmardika , Jurnalis-Jum'at, 03 Maret 2023 |13:43 WIB
Salahkan Kaum LGBTQ, Rabi Israel Sebut Pernikahan Gay Sebabkan Gempa Bumi
Rabi Shlomo Amar. (Foto: Flash90)
A
A
A

YERUSALEM – Seorang Rabi Yahudi Israel mengklaim bahwa gempa bumi yang melanda Israel, dan menyebabkan tewaskan puluhan ribu orang di Turki dan Suriah baru-baru ini disebabkan oleh kaum gay dan LGBTQ+.

Dalam khotbah mingguannya, Kepala Rabi Sephardic dari Yerusalem Shlomo Amar mengatakan bahwa gempa bumi yang melanda baru-baru ini adalah akibat langsung dari peningkatan hak dan kebebasan bagi kaum LBGTQ+. Mengutip bagian dari Talmud, Rabbi Amar mengaitkan terjadinya gempa bumi dengan meningkatnya pernikahan sesama jenis atau pernikahan gay di Israel, demikian dilaporkan Jerusalem Post.

"Bukan saya yang menafsirkan, itu bahasa Gemara," katanya, mengutip dari bagian Talmud: "Tuhan berkata Anda mengguncang orang-orang Anda untuk sesuatu yang bukan milik Anda."

Pernyataan juga disampaikan setelah lebih dari 51.000 orang tewas akibat gempa bumi di Turki dan Suriah.

Rabi Amar sebelumnya telah membuat pernyataan kontroversial tentang komunitas homoseksual, terutama di Israel. Pada 2016, dia menggambarkan homoseksual sebagai "kultus kekejian" dan menegaskan bahwa mereka harus mendapatkan hukuman mati menurut hukum Yahudi.

Amar juga mengatakan bahwa orang gay tidak bisa menjadi orang Yahudi yang religius, menyebut homoseksualitas sebagai "nafsu liar yang perlu diatasi". Dia mengomentari pawai LGBTQ+ di Yerusalem, menyebutnya lebih buruk dari perilaku binatang buas.

Pernyataan Amar mendapat kecaman dari komunitas LGBTQ+ di Israel, menyebutnya “penuh kebencian”.

Channel 13 News anchor Ori Qual – yang juga seorang gay – menggunakan dalam siarannya menanggapi komentar Rabi Shlomo Amar.

"Sebagai seorang lelaki gay, Rabi Amar, dan sebagai seseorang yang dikirim atas nama saluran ini ke Turki untuk meliput gempa bumi, baik mengetahui bahwa menurut Anda, saya dan anggota komunitas saya bertanggung jawab atas bencana ini," kata Koel.

"Mungkin pada saat yang sama, Anda bisa menyalahkan kami (komunitas LGBTQ+) atas biaya hidup dan inflasi?"

"Kamu (seharusnya) malu dengan pandangan gelapmu," kata Koel. “Di negara yang demokratis, barat, dan progresif, orang seperti Anda seharusnya tidak menerima gaji dari uang pembayar pajak.”

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement