Share

Kesepakatan AUKUS, Australia Akan Beli 5 Kapal Selam Tenaga Nuklir dari AS

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 09 Maret 2023 11:31 WIB
https: img.okezone.com content 2023 03 09 18 2778027 kesepakatan-aukus-australia-akan-beli-5-kapal-selam-tenaga-nuklir-dari-as-w17NrCRlZ8.jpg Kapal selam nuklir Kelas Virginia USS Dakota ikut serta dalam latihan di Samudera Atlantik, 18 Agustus 2013. (Foto: US Navy/Reuters)

WASHINGTON - Australia diperkirakan akan membeli hingga lima kapal selam bertenaga nuklir kelas Virginia Amerika Serikat (AS) pada tahun 2030-an sebagai bagian dari perjanjian pertahanan penting antara Washington, Canberra dan London, yang akan menghadirkan tantangan baru bagi China, demikian diungkapkan empat pejabat AS pada Rabu, (8/3/2023).

Perjanjian tersebut, yang dikenal sebagai pakta AUKUS, akan memiliki beberapa tahap dengan setidaknya satu kapal selam AS mengunjungi pelabuhan Australia di tahun-tahun mendatang dan berakhir pada akhir 2030, salah satunya dengan pembangunan kapal selam kelas baru dengan desain Inggris dan teknologi AS, kata pejabat, sebagaimana dilansir Reuters.

Presiden AS Joe Biden akan menjamu para pemimpin Australia dan Inggris di San Diego pada Senin, (13/3/2023) untuk memetakan jalan ke depan untuk penyediaan kapal selam bertenaga nuklir dan persenjataan berteknologi tinggi lainnya ke Australia.

China mengutuk upaya negara-negara Barat, yang berusaha untuk melawan pembangunan militer China, tekanan terhadap Taiwan dan penempatan yang semakin berotot di Laut China Selatan yang diperebutkan.

Dua pejabat, berbicara dengan syarat anonim, mengatakan bahwa setelah kunjungan pelabuhan tahunan, Amerika Serikat akan mengerahkan beberapa kapal selam di Australia Barat sekira tahun 2027.

Pada awal 2030-an, Australia akan membeli 3 kapal selam kelas Virginia dan memiliki opsi untuk membeli dua lagi.

AUKUS diharapkan menjadi proyek pertahanan terbesar Australia dan menawarkan prospek pekerjaan di ketiga negara tersebut.

Australia memiliki armada yang terdiri dari enam kapal selam kelas Collins bertenaga konvensional, yang masa kerjanya akan diperpanjang hingga 2036. Kapal selam nuklir dapat bertahan di bawah air lebih lama daripada kapal selam konvensional dan lebih sulit dideteksi.

Para pejabat tidak merinci rencana kapal selam kelas baru, termasuk menawarkan secara spesifik tentang lokasi produksi.

Follow Berita Okezone di Google News

Pentagon merujuk pertanyaan ke Gedung Putih, yang menolak untuk mengonfirmasi detail tentang pengumuman yang akan datang. Kedutaan Besar Inggris di Washington tidak mengomentari langsung laporan Reuters tetapi mengulangi pengumuman dari London bahwa Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak akan melakukan perjalanan ke Amerika Serikat untuk pembicaraan lebih lanjut tentang AUKUS.

Kedutaan Besar Australia di Washington tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Di bawah kesepakatan AUKUS awal yang diumumkan pada 2021, Amerika Serikat dan Inggris setuju untuk memberi Australia teknologi dan kemampuan untuk mengerahkan kapal selam bertenaga nuklir sebagai bagian dari upaya bersama untuk melawan meningkatnya ancaman yang ditimbulkan oleh China di kawasan Indo-Pasifik.

Namun kesepakatan antara ketiga negara tentang cara khusus untuk mencapai tujuan tersebut belum diselesaikan.

Kongres AS telah mendapat pengarahan tentang kesepakatan AUKUS yang akan datang, guna mengumpulkan dukungan bagi perubahan hukum yang diperlukan untuk memuluskan masalah transfer teknologi yang akan digunakan di kapal selam baru Australia.

Selama lima tahun ke depan, pekerja Australia akan datang ke galangan kapal selam AS untuk mengamati dan berlatih. Pelatihan ini akan secara langsung menguntungkan produksi kapal selam AS karena saat ini ada kekurangan tenaga kerja untuk pekerja galangan kapal yang dibutuhkan AS untuk membangun kapal selamnya, kata sumber itu.

Tidak jelas bagaimana pengumuman yang akan datang dapat memengaruhi ekspektasi Angkatan Laut AS untuk akuisisi kapal selamnya sendiri di tahun-tahun mendatang.

General Dynamics Corp, yang membuat kapal selam kelas Virginia, memiliki 17 di antaranya dalam backlog pengiriman hingga 2032.

Sampai saat ini tidak ada pihak dalam Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) selain lima negara yang diakui perjanjian itu sebagai negara senjata - Amerika Serikat, Rusia, China, Inggris, dan Prancis - memiliki kapal selam nuklir.

1
3
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini