JAKARTA - Panglima TNI Laksamana Yudo Maryono mengatakan, kondisi di perbatasan Republik Indonesia - Papua Nugini masih dalam situasi kondusif.
Hal tersebut ia ungkap saat melepas keberangkatan dua Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Republik Indonesia - Papua Nugini. Pengiriman pasukan, kata Yudo, dilakukan untuk mengeliminir gangguan keamanan yang dilakukan oleh sekelompok orang.
"Hanya ada sekelompok orang yang senantiasa mengganggu masyarakat, membakar sekolah, puskesmas, membakar fasilitas-fasiltas umum," kata Yudo melalui keterangan resminya, Jumat (24/3/2023).
"Mudah-mudahan dengan datangnya pasukan ini dapat mengeliminir gangguan keamanan yang terjadi, masyarakat Papua secara khusus mengharapkan kondisi kondusif," sambungnya.
Yudo menjelaskan, tugas yang dilaksanakan adalah misi pengamanan perbatasan dengan fungsi teritorial melekat di dalamnya. Pemberangkatan Satgas ini, kata Yudo, juga untuk menggantikan Satgas yang lama.
"Sebagai patriot NKRI yang profesional modern dan tangguh saya yakin kalian sudah mempersiapkan diri dan berlatih sungguh-sungguh untuk melaksanakan tugas ini," kata Yudo.
"Sengaja ini saya lepas, saya ingin melihat kesiapannya secara langsung karena saya sebagai penanggung jawab semua operasi TNI," sambungnya.
Yudo berpesan kepada prajurit yang berangkat untuk mampu membangun komunikasi dan menjaga kedekatan dengan segenap masyarakat diantaranya tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat serta tokoh-tokoh daerah di Papua untuk mencari solusi terbaik dalam setiap permasalahan.