MOSKOW – Presiden Vladimir Putin pada Sabtu, (25/3/2023) mengatakan bahwa Rusia akan menempatkan senjata nuklir taktisnya di Belarusia. Pernyataan ini menjadi peringatan Moskow kepada NATO atas dukungan militernya untuk Ukraina.
Meskipun bukan sebuah tindakan yang tak terduga, dan menurut Putin tidak melanggar perjanjian non-proliferasi nuklir, langkah ini menjadi salah satu sinyal paling kuat yang dikirimkan Rusia sejak memulai aksi militernya di Ukraina 13 bulan lalu.
Putin menyamakan rencananya memindahkan senjata nuklir ke Belarusia dengan tindakan AS yang menempatkan senjatanya di Eropa. Ini akan menjadi kali pertama sejak pertengahan 1990-an Rusia menempatkan senjata semacam itu di luar negeri.
“Tidak ada yang aneh di sini juga: pertama, Amerika Serikat (AS) telah melakukan ini selama beberapa dekade. Mereka telah lama mengerahkan senjata nuklir taktis mereka di wilayah negara sekutu mereka,” kata Putin kepada televisi pemerintah, sebagaimana dilansir Reuters.
"Kami sepakat bahwa kami akan melakukan hal yang sama - tanpa melanggar kewajiban kami, saya tegaskan, tanpa melanggar kewajiban internasional kami tentang non-proliferasi senjata nuklir."